Header Ads

Karpet Sajadah Merusak Shaf

sebenarnya ada tidak ya ukuran standar sebuah sajadah. sajadah di sini khusus karpet yang digunakan sebagai alas ketika shalat. mengapa khusus? karena sajadah merupakan semua tempat yang bisa digunakan untuk shalat. kalau karpet sajadah (selanjutnya disebut sajadah saja) merupakan sebuah produk yang memang dikhususkan untuk itu. apakah sajadah diproduksi sesuai dengan keinginan atau kebutuhan konsumen atau berdasarkan keinginan produsen atau memang berdasarkan dalil yang syar'i? mengapa memabahas ini, penting kah? mungkin anda akan berpendapat "kalau tidak suka dengan produk sajadah yang ada, gak usah beli". bagi sebagian orang mungkin ini bahasan yang tidak penting, tapi bagi saya cukup penting. mengapa? karena berdasarkan penglihatan saya (mungkin penglihatan anda berbeda) ternyata sajadah ini sebagai salah satu faktor perusak shaf shalat. kok bisa???


begini, ketika shalat berjamaah posisi yang terbaik adalah ketika bahu kanan kita menempel bahu kiri jamaah di kanan kita. demikian pula dengan bagian sisi kiri kita. lebar jarak antara kaki kanan dan kaki kiri pun sebesar lebar bahu. jadi, idealnya sajadah kita juga sebesar lebar bahu. coba kita periksa sajadah yang kita miliki, kalau perlu yang masih baru dan masih tersimpan rapi di almari, rata-rata lebar sajadah apakah lebarnya hanya sedikit berbeda dengan lebar bahu kita ataukah bedanya terlalu jauh? saya saya yakin lebar sajadah jauh lebih lebar daripada lebar bahu kita.

kemudian, ketika kita shalat menggunakan sajadah kebanyakan dari kita tidak mau kalau sajadah saling bertindihan dengan sajadah milik jamaah yang lain. nah lho... ketika kasusnya semua jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri yang semuanya cukup lebar, apa yang terjadi? setiap jamaah akan berdiri di atas sajadah masing-masing dan shaf pun tidak bisa rapat. kalau shaf tidak rapat, maka akan menjadikannya tidak lurus. padahal, berdasarkan pengalaman (meski hanya tak seberapa), tiga sajadah yang lebar bisa digunakan empat atau lima jamaah, atau lima sajadah yang ukuran tanggung bisa digunakan untuk enam jamaah.

bagaimana dengan karpet panjang yang ada sekat seperti sajadah? biasanya dalam satu karpet ada yang berisi enam atau delapan atau sepuluh batas seperti sajadah. di masjid tempat saya tinggal, ternyata dari satu shaf yang terdiri atas tiga belas sekat sajadah bisa digunakan untuk limabelas atau enam belas jamaah. nah lho... bagaimana kalau yang lebih panjang? akan banyak shaf yang tidak rapat dan tidak lurus. meski sederhana, tapi ini juga perlu diperhatikan, kalau perlu, gunakan ilmu antropometri :) itu baru dari lebar sajadah, belum panjang ke depan yang kebanyakan bisa terbilang cukup pendek, atau dari sisi motif sajadah yang bisa mengurangi kekhusyukan shalat.

mungkin anda akan mengatakan "itu kan tempat anda, saya dan jamaah tempat saya sudah faham kok". kita harus faham, bagaimana perbandingan orang yang faham dengan yang belum. masih terlalu banyak orang yang belum faham tidak hanya di masjid-masjid desa, jamaah masjid yang ada di perkotaan pun masih demikian.

semoga kita senantiasa diberi ilmu dan dapat menyebarkan ilmu.