Header Ads

Kunci Sukses

Suatu hari pernah seorang sahabat bertanya kepada Siti Aisyah, "apa yang menjadi kunci kesuksesan Rasulullah?" Siti Aisyah menjawab bahwa yang menjadi kunci kesuksesan Rasulullah adalah akhlak beliau. Dalam hadits lain disebutkan bahwa akhlak nabi adalah Al Quran, semua akhlak yang beliau miliki sepenuhnya berasal dari Allah. Bahkan ketika beliau akan melakukan kesalahan, beliau akan mendapat teguran dari Allah.


Di dalam QS. Al Mu'minun ayat 1-12, para mufassir menyebutkan sebagai kunci kesuksesan dan bahagia, dijelaskan tentang orang-orang yang akan menjadi pewaris surga firdaus dan mereka kekal di dalamnya. Tujuh kunci sukses itu adalah:

  1. Iman

  2. Shalat khusu'. Dalam shalat, tak ada satu pun yang dilakukan kecuali gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan shalat.

  3. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sehingga waktu yang dimiliki dapat dimanage serta dimanfaatkan dengan baik.

  4. Konsisten dalam berzakat. Sehingga harta dan jiwanya suci dari dosa-dosa.

  5. Menjaga kemaluan dari zina. Sehingga keluarga yang dibangun dapat berjalan dengan baik.

  6. Jujur, konsisten dengan janji-janji maupun amanah

  7. Mantap mendirikan shalat.


yang demikianlah para pewaris surga firdaus dan kekal di dalamnya.


Terkait dengan ayat-ayat di atas, khususnya ayat ketiga, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat erat kaitannya dengan upaya mencapai manusia efektif. manusia efektif tidak hanya dilakukan dengan bicara akan tetapi harus dicapai dengan kesungguhan. dalam mencapai manusia efektif, harus senantiasa berhati-hati dari hal-hal yang tidak bermanfaat. sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah, bahwa beliau dalam berbicara padat makna, berbobot, tidak ketus, karena semua berasal dari hati.

Semua yang dicontohkan Rasulullah tersebut, menjadi manusia efektif maupun kesuksesan dan kebahagiaan harus dilakukan secara berulang-ulang dan senantiasa dilatih sehingga dapat meneladani apa-apa yang dicontohkan Rasulullah.

(Dikutip dari MQ-pagi bersama KH. Abdullah Gymnastiar dan Udz. Miftah Faridz, 22 November 2007. Jika ada kesalahan, silakan diluruskan)