Header Ads

Alon Alon Waton Kelakon

sebenarnya tulisan ini pernah saya posting di blog permadi tapi waktu itu masing menggunakan honsting di wp. ketika berpindah ke blogspot, eh sama admin kelewatan recovery-nya. ini juga hanya menyampaikan ulang dari apa yang telah disampaikan oleh prof damardjati supadjar di salah satu televisi swasta di jogja. kebanyakan dari kita salah kaprah dalam mengartikan istilah alon alon waton kelakon. sering kali kita mengartikannya sebagai "PELAN PELAN ASAL KESAMPAIAN". padahal, jika kita runut dari asal katanya, jauh berbeda dengan apa yang kita ketahui selama ini. justru mengingatkan kita akan sebuah kehati-hatian.


alon alon waton kelakon berasal dari kata alon alon; waton, dan kelakon. alon alon berarti pelan-pelan. pelan-pelan di sini bukan berarti berlari secepat kura-kura, tetapi berjalan sewajarnya. waton berasal dari wewaton yang berarti sesuai dengan aturan, tidak grusa-grusu, tidak ceroboh. kelakon berarti dikerjakan. jadi jika digabungkan, istilah itu dapat diartikan dengan "mengerjakan sesuatu dengan sikap kehati-hatian disertai memperhatikan aturan". atau dengan kata lain menyegerakan tapi tidak tergesa-gesa. antara menyegerakan dan tergesa-gesa teramat sangat berbeda. sikap tergesa-gesa sering terjadi karena kita hanya memperhatikan kecepatan tetapi tidak melihat apa yang terjadi dik sekitar kita. tergesa-gesa sering kali terjadi karena kita selalu menunda-nunda apa yang seharusnya kita kerjakan. kalau menyegerakan, meski kecepatan yang digunakan sama dengan sikat tergesa-gesa, tapi kita telah mempersiapkan semuanya, kita memperhatikan aturan yang seharusnya kita taati. sering karena kita "menyepelekan" sikap alon alon waton kelakon, kita hanya mengejar kecepatan tapi grusa-grusu atau ceroboh. main kebut sana kebut sini alasannnya mengejar waktu. padahal jika kita bisa bersikap hati-hati meski dengan kecepatan tinggi, kita akan memperoleh manfaat lebih banyak.


sebenarnya jika kita melihat lebih jauh, sikap alon alon waton kelakon ini telah diterapkan secara internasional. hanya saja istilah mereka berbeda tetapi secara prinsip sama dengan alon alon kelakon itu sendiri. kita lihat sistem dalam dunia industri, kita pernah mendengar istilah 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) atau diadopsi di Indonesia dengan 5R (rapi, resik, rawat, resik, rajin). 5S ini dibuat agar sistem pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa diganggu sama masalah-masalah yang ada di sekitar. 5S merupakan sikap yang sama dengan alon alon waton kelakon karena dengan sikap hati-hati dan mendisiplinkan diri dengan aturan yang diatur 5S sistem yang bekerja pun bisa lebih lancar dan pekerjaan pun bisa dikerjakan dengan lebih cepat.


jangan malu dengan alon alon waton kelakon karena kita tahu apa itu maksudnya.


sumber gambar: http://www.ugm.ac.id/