Header Ads

Jangan Siapkan Plan B

pernah suatu ketika di dalam suatu kuliah, dosen mengatakan "jangan siapkan plan B". plan B dapat diartikan sebagai rencana alternatif jika ternyata rencana utama gagal. jika kita nonton film laga, biasanya para pemeran jika gagal akan suatu rencana, akan menggunakan plan B yang sebelumnya telah disiapkan. Plan B biasanya disiapkan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai meskipun telah mengalami kegagalan pada awalnya. tapi mengapa justru plan B harus dibuang?


ingatkah kita tentang kisah Thariq bin Ziyad ketika melakukan sebuah penyerangan dan akhirnya menang hingga akhirnya nama beliau diabadikan sebagai nama selat tempat penyerangan, selat jabal al Thariq atau kita menyebutnya selat Gibraltar? saat itu jumlah pasukan yang beliau bawa tidak sebanyak jumlah pasukan musuh. tapi faktanya beliau menang. bagaimana caranya? beliau mengutus salah seorang anggota pasukannya agar membakar kapal-kapal yang telah mengantarkan beliau beserta rombongan hingga ke tempat itu. para pasukan pun hanya memiliki mati di tangan musuh atau mati konyol jika nekat pulang dengan cara berenang mengarungi lautan karena sudah tidak memiliki kapal. mau tidak mau para pasukan harus maju dan tidak ada kesempatan untuk memilih plan B yaitu mundur karena di belakang mereka adalah lautan.

seperti halnya dengan pertanyaan "bagaimana agar puasa kita tahun ini menjadi baik?". jika kita merasa bahwa ramadhan kali ini adalah ramadhan terakhir kita, kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam memanfaatkan ramadhan ini sebaik-baiknya. ramadhan sekarang tidak akan bisa kita ulangi lagi meski kita mati-matian menyiapkan rencana B. karena ramadhan kali ini hanya ada kali ini. ramadhan esok adalah ramadhan yang sama sekali lain daripada hari ini. semua itu sudah sunatullah. waktu adalah lautan ketika kita menapaki hari-hari di bulan ramadhan. kadang kala, begitulah kita terhadap apa yang akan kita kerjakan. kita ciptakan suasana dimana di belakang kita adalah lautan dan kita tidak ada kesempatan untuk mundur dan menyiapkan rencana cadangan.

ketika kita sedang mengerjakan suatu hal, dan kita telah menyiapkan plan B, kita akan terlena dengan pernyataan "kalau gagal kan masih ada rencana cadangan". dengan kata lain kita telah menyipakan kegagalan atas usaha kita dan berharap rencana B akan berhasil. dan rencana B masih akan tetap rencana selama tidak ada pelaksanaan, apakah sukses atau gagal sebagaimana rencana pertama. jadi, jangan katakan apa yang terjadi jika pekerjaan anda gagal tapi katakan apa yang akan anda kerjakan agar pekerjaan anda itu berhasil.