Header Ads

Tahun Baru dan Kematian

Ada yang berbeda dengan tahun baru kali ini. semalam saya mendapat kabar bahwa salah satu munsyid Indonesia, kang deden supriyadi atau yang sering dikenal dengan kang aden edcoustic, meninggal dunia. berita ini tentu saja mengejutkan. dan sore ini dari twitter saya mendapat kabar bahwa GBPH Joyokusumo, adik Sri Sultan HB X, meninggal dunia. sungguh kita tidak tahu kapan kita kembali kepada-Nya.

Apa yang kita lakukan dalam menyambut tahun yang baru? banyak yang kita lakukan baik yang positif maupun yang negatif atau pun yang kita anggap sudah sewajarnya. kegiatan yang positif misalnya bermuhasabah, membuat resolusi, dan lain sebagainya. lalu kegiatan yang negatif misalnya pesta dengan penuh kemaksiatan, sex bebas, pesta miras, dan lain sebagainya mumpung malam tahun baru. lalu ada yang kita anggap wajar meski awalnya hanya ikut-ikutan semisal pergi ke tempat keramaian dan ikut pesta kembang api meski tidak ikut bermaksiat.

saya bukan orang yang suka menyempatkan diri pergi merayakan tahun baru. seumur-umur, saya baru merayakannya sekali saja dan itu pun sudah tahun 2004 yang lalu dan karena acara yang diadakan oleh pemuda kampung. selain itu, saya selalu ada di rumah di malam pergantian tahun. bermuhasabah, ya tentu lah meski tidak men-spesialkan hari itu. hanya beberapa hal saja yang saya hitung. membuat resolusi? tentu meski tidak terlalu "kaku" dan hanya garis besarnya saja.

Apa resolusi saya di tahun mendatang? biarlah saya yang tahu dan tidak perlu saya ceritakan di sini. saya bukan tipikal orang yang suka menceritakan rencana. biar nanti ketika sudah ada hasilnya baru saya ceritakan, "ini lho yang saya rencanakan di masa yang lalu dan ini hasilnya".

semua yang kita lakukan ini pasti tidak lepas dari apa yang kita lakukan sebelum kematian menjemput. saya tidak mengenal secara khusus sosok kang aden maupun gusti Joyo. saya hanya mengenal kang aden dari lagu-lagu beliau dan dari talk show yang sering saya dengar di radio. ada pesan yang saya ingat dari kang aden, sudah saya tulis juga di postingan terdahulu, musik akan ada di memori kita selama 20an tahun. jadi sifat kita saat ini dipengaruhi oleh lagu yang kita dengar di 20 tahun yang lalu, dan sifat adik-adik kita dipengaruhi oelh lagu yang didengarkan saat ini. tentang gusti Joyo, saya tidak mengenal beliau, tetapi sebagai orang jogja, saya menghormati beliau.

tahun baru berarti umur kita berkurang. kita tidak tahu kapan menyusul mereka yang telah tiada. tapi kini atau nanti, ketika kematian datang kita tidak bisa mengelak. oleh karena itu, siap atau tidak siap kita harus siap.