Header Ads

Radiator Springs itu Bernama Angkutan Umum

a41bd2fd0e2b16cac56124fde484f7e8_lbikemarin sore saya nonton film Cars di salah satu tv swasta nasional. sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menonton film itu tapi saya selalu suka. saya merasa kondisi Radiator Springs dengan kondisi angkutan umum mirip sama. ya bisa dibilang dihubung-hubungkan gitu. Radiator Springs menunjukkan tempat sedangkan angkutan umum, lebih cenderung kepada alat. tapi, memiliki nasib yang mirip yaitu TERLUPAKAN.






[caption id="attachment_34" align="aligncenter" width="300" caption="Peta Radiator Springs sumber:pixar.wikia.com"]Peta Radiator Springs sumber:pixar.wikia.com[/caption]

Radioator Spring adalah kota yang dulu sering dilewati kendaraan tapi kondisinya berubah drastis setelah dibangun jalan bebas hambatan yang lurus. jalan tersebut tidak lagi melewati Radiator Springs yang memutar serta harus naik turun bukit.


bagaimana dengan angkutan umum? dulu, setidaknya beberapa tahun yang lalu, angkutan umum menjadi primadona transportasi meski kala itu kendaraan pribadi juga sudah banyak. tapi kini angkutan umum pun tersisihkan dan masyarakat lebih senang menggunakan kendaraan pribadi.


ada satu scene dalam film tersebut ketika Sally, si mobil jaguar biru, mengatakan bahwa mobil-mobil tidak lagi menikmati perjalanannya dan yang mereka tahu hanya lebih cepat sampai ke tujuan. dan itu saya rasakan ketika beberapa bulan ini sering naik kendaraan umum. saya merasakan nostalgia kenikmatan yang tidak saya rasakan ketika berkendara pribadi khususnya motor. memang saya beberapa tahun yang lalu ketika SMP dan SMA sering naik angkutan umum ketika berangkat dan pulang sekolah.


saya dan masyarakat pada umumnya tidak lagi menikmati perjalanan tapi hanya mengejar waktu. padahal jika kita mau menimatinya, banyak hal yang kita dapatkan dengan berkendara umum. selain kita dapat menikmati pemandangan di luar kendaraan, kita dapat berinteraksi dengan sesama penumpang.


jika kita hanya bermotor, kita mungkin hanya berinteraksi dengan orang yang membonceng atau memboncengkan. jika menggunakan mobil pribadi, kita hanya berinteraksi dengan seisi mobil dan jika mobil itu kita kendarai sendiri tanpa penumpang yang lain, kita tak ada interaksi dengan siapa pun.





[caption id="attachment_35" align="aligncenter" width="300" caption="saya dulu sering naik ini lho"]saya dulu sering naik ini lho[/caption]

sedangkan di kendaraan umum, kita berlatih untuk menghargai orang lain. jika ada orang yang lebih membutuhkan tempat duduk, kita bisa memebrikannya dan sebaliknya. kita bisa bertukar fikiran dengan sesama penumpang. bahkan kita bisa menambah teman. ketika kita sering naik kendaraan pada jam-jam yang sama dan orang lain pun demikian, maka kita akan sering bertemu dengan orang itu, lama-lama hafal dengannya, dan lama-lama kenal. banyak deh sisi positif yang bisa kita ambil ketika kita naik angkutan umum. dan itu sering terjadi pada saya sewaktu masih sering naik angkutan umum dulu.


bagi anda yang belum pernah sekali pun merasakan naik angkutan umum atau sudah lama tidak naik, cobalah sesekali naik naik angkutan umum dan rasakan serta nikmati sensasinya. saya sudah coba, semoga bisa lebih sering lagi. :)