Header Ads

Stop Berita Penyekapan Anak

seolah lahan basah, berita penyekapan anak di sebuah panti asuhan yang sedang hangat akhir-akhir ini banyak diburu oleh tv. mereka berlomba-lomba untuk menyiarkan bagaimana perkembangan terbaru kasus ini. mereka bersikukuh untuk memberitakan "kebenaran" kepada masyarakat. memang, mereka telah memberitakan "kebenaran" mengenai kasus penyekapan, tetapi mereka ibarat racun bagi dunia panti asuhan itu sendiri.


memang jika kita harus menyalahkan, mereka oknum penyekapan di panti asuhan adalah yang pantas disalahkan. tetapi, media massa juga memiliki andil menjadi "kompor" kepada masyarakat. dengan kasus yang ada ini bisa mensugesti masyarakat bahwa panti asuhan adalah yang seperti "itu".


kita harus ingat bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang menyerap informasi khususnya tv secara mentah. dengan berita penyekapan yang saya rasa sudah overdosis alias lebay ini, image tentang panti asuhan bisa hancur. masyarakat akan berfikir "wah kejamnya dunia panti asuhan". rasa kasihan yang selama ini ada di otak masyarakat bisa bercampur dengan khawatir.


banyak panti asuhan di Indonesia ini yang bukan hanya dihuni oleh anak-anak telantar yang dibuang tetapi banyak pula yang masih punya orang tua tetapi tinggal di panti asuhan. ketika kondisi orang tua yang broken home dan/atau dalam kondisi ekonomi yang sangat susah, mereka harus merelakan anaknya tinggal di panti asuhan. banyak pula alasan untuk pembinaan anak maka si anak dititipkan ke panti asuhan. dengan berita yang hanya terfokus pada "kesadisan" yang terjadi di panti asuhan, maka bukannya tidak mungkin para orang tua menjadi ragu untuk menitipkan anak-anaknya ke panti asuhan.


kasus penyekapan anak sudah ditanangani oleh KPAI dan kepolisian. sudahlah, media massa jangan terlalu mengungkit kasus ini. mental anak-anak dan masyarakat perlu dijaga pula. apa gunanya pers jika hanya penjadi pembuat rasa takut, mending ga usah ada pers.