Header Ads

Anggota Dewan Tidur Saat Sidang, Pasti Ada yang Salah

di twitter dan facebook sedang banyak di-share foto perbandingan antara tidurnya anggota SAR dengan tidurnya anggota dewan. bahkan salah satu portal berita nasional pun memuatnya. perbedaan yang sangat mencolok dimana SAR tidur "berserakan" karena kelelahan sedangkan anggota dewan tidur saat sidang. skeptisme terhadap tidurnya anggota dewan wajar terjadi mengingat banyaknya anggota dewan yang berulah, semisal korupsi, rusuh di ruang sidang, dan lain sebagainya. sedangkan anggota SAR memang terlihat aksi nyatanya.

saya tidak akan membela anggota dewan karena memang mereka tidak perlu dibela. tetapi, karena sidang adalah bentuk kerja mereka dan mereka dibayar karena hadir sidang, maka mari kita bicara tentang sidang mereka. kita tidak pernah rela membayar tidur mereka dengan uang kita di tempat yang seharusnya menjadi tempat kerja.

saya sampai saat ini belum pernah sekali pun masuk ke ruang sidang anggota legislatif. saya berasumsi bahwa ruang sidang beserta kelengkapannya semisal meja, kursi, penerangan, dan lain-lain terasa nyaman. hal ini mengingat biaya untuk membeli dan merawatnya juga besar. semua kenyamanan tersebut dimaksudkan agar mereka ketika membahas hal yang teramat sangat penting seperti undang-undang, dapat berkonsentrasi dan fokus, tidak terganggu dengan perlengkapan.

tetapi, senyaman apa pun jika pekerjaan dilakukan dengan terus menerus dan berulang pasti akan terjadi kebosanan dan keletihan. keletihan bukan karena kerja tetapi karena tidak terjadi perubahan posisi. teman-teman dari bidang ergonomi lebih memahani tentang ke-fatigue-an ini. contoh sederhana, kita suka dengan nasi goreng. tetapi jika pagi, siang, dan malam menunya nasi goreng dan sepanjang tahun menunya nasi goreng, kita pasti akan bosan. agar kita tidak bosan, maka perlu ada perubahan menu makanan.

sama seperti sidang, perlu adanya manajemen sidang yang baik agar tidak terjadi kelelahan yang tidak seharusnya terjadi. saya tidak tahu bagaimana seharusnya mereka keluar dari pekerjaan yang berulang dan membosankan. salah satu contoh saja, mungkin setiap satu jam dilakukan ice breaking selama lima menit. tetapi mungkin di sana sudah ada coffee/tea break. tinggal bagaimana mereka memanfaatkan coffee break tersebut.

jika memang pihak protokoler DPR sudah melakukan pemecah kebosanan dan mereka, para anggota dewan masih tetap saja suka molor, berarti memang mereka dasarnya pemalas. dan harus dipertanyakan mengapa orang yang demikian ada yang memilih.