Header Ads

Bisnis Konveksi Masih Potensial

Kalau ada yang mengatakan kota pelajar, kota mana yang dimaksud? Tentu Yogyakarta. sebenarnya masih banyak sebutan untuk Yogyakarta, semisal kota gudeg, kota pariwisata, atau yang terbaru terkait rebranding logo jogja menjadi kota istimewa. kali ini tidak akan membahas lebih mendalam tentang yogyakarta tetapi lebih kepada industri konveksi di jogja. dan karena jogja sebagai kota pelajar, bisnis konveksi pun menjadi bisnis yang potensial.


Dulu waktu masa-masa sekolah pernahkah membuat kaos kelas? kelas A membuat kaos, kelas B membuat kaos, dan waktu saya SMP, hingga kelas F memiliki seragam kaos masing-masing. hingga ketika study tour semua dipakai dan menjadi identitas. lalu ketika masa kuliah, pernah ikut UKM? biasanya UKM atau suatu kegiatan, membuat kaos identitas pula.


Masih ada lagi seragam olah raga yang hampir setiap sekolah pasti memiliki identitas masing-masing. bahkan sekarang sedang ngetren setiap komunitas di suatu institusi pendidikan bermain futsal. di arena futsal, selalu saja ramai akan pesanan waktu bermain. dan setiap komunitas ingin eksis juga dengan jersey-nya masing-masing. itu semua hanya sebagain kecil hubungan antara dunia pendidikan dengan bisnis konveksi.


Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan karena jumlah institusi yang sangat banyak. dan semua institusi tersebut entitas di dalamnya masing-masing ingin eksis, salah satunya dengan kaos atau jaket. di Jogja bukan hal yang aneh jika suatu usaha konveksi dan modiste sampai menolak order, terlebih usaha yang masih skala kecil tetapi kualitasnya baik.




[caption id="attachment_2156" align="aligncenter" width="300"]jaket centris sampai palembang jaket centris sampai palembang[/caption]

Meskipun demikian, saya belum pernah memesan sendiri kaos atau jaket. hal ini karena saya memang tidak pernah berada dalam suatu divisi/departemen yang mengurusi hal tersebut. tetapi ada satu hasil dari pemesanan yang sampai saat ini masih saya pakai, jaket LDF CENTRIS. jaket ini dibuat tahun 2008 dan merupakan jaket generasi pertama dari organisasi. jaket ini nyaman dipakai karena bahannya yang tidak begitu panas meski berwarna hitam, jahitannya rapi, dan warnanya tidak luntur. waktu itu harganya kalau tidak salah sekitar enam puluh ribu rupiah. sekarang harga segitu dapat kaos satu buah.


Jika saya harus mereview salah satu bisnis konveksi, saya tidak tahu yang mana. sebagaimana yang telah saya sampaikan, saya belum pernah terjun langsung memesan. hanya saja, saya pernah melihat teman-teman dari organisasi eksternal kampus mebuat kaos (sebagaimana gambar kaos yang merah). kalau tidak salah di usaha konveksi Ana yang ternyata jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari rumah. dilihat dari hasilnya cukup bagus. saya mengatakan bagus karena kaos tersebut meskipun bukan kaos model lapang (itu lho yang sering dipakai untuk otubond, yang di siku ada "tambalannya") tetapi kaos tersebut sering digunakan oelh teman-teman untuk outbond dan oke-oke saja. untuk harga satu unit sebesar empat puluh ribu rupiah di tahun 2010 merupakan harga yang standar. untuk layanan tambahan kalau tidak salah ada stiker.


pesan kaos


Di mana pun, bukan hanya di Jogja, usaha konveksi masih potensial. Jakarta, Semarang, Surabaya, dan kota-kota besar lain pun akan tetap berpotensi. hanya saja tren di masing-masing kota berbeda. karena jika hanya melihat institusi pendidikan, setiap kota pasti berbeda. tetapi perlu diingat bahwa yang memanfaatkan bisnis konveksi bukan hanya sekolah. misal untuk konveksi Semarang, bisa memanfaatkan keberadaan komunitas-komunitas yang ada di sana. sebagaimana yang disampaikan di dotsemarang diambil dari MarkPlus-nya Hermawan Kartajaya, di semarang banyak bermunculan komunitas sehingga berpotensi dalam hal ekonomi.


Perusahaan besar pun sering mempromosikan produk maupun brand lewat kaos. even-even baik sekolah-komunitas, perusahaan rasanya kurang afdhal jika tidak ada kaos seragam yang dipakai oleh peserta. hal ini mengingat setiap manusia berbeda dan selalu ingin berbeda. begitu pula suatu komunitas pasti akan menunjukkan eksistensi dan perbedaan dirinya di mata orang lain, salah satunya lewat fashion.


Terakhir tips memesan kaos atau jaket di usaha konveksi:
1. cari informasi mengenai usaha konveksi yang akan kita "tembak". jangan sampai kita mengeluh "saya menyesal pesan di sana".
2. desain sebaik mungkin sebelum masuk ke konveksi. memang ada beberapa usaha yang melayani desain bahkan ada yang gratis, tetapi jika bisa mendesain sendiri bukankah lebih puas.
3. cari informasi mengenai jenis bahan yang akan digunakan. panas atau tidaknya, luntur atau tidak, mudah melar atau tidak, dan lain sebagainya.
4. lihat hasil akhir yang sudah ada di gerai. hal ini untuk memastikan bagaimana nantinya hasil sablon atau borbir yang akan digunakan.
5. sebisa mungkin, tetapi sekarang sudah banyak yang melayani, pembuatan sampel satu atau dua unit. hal ini untuk melihat dan meyakinkan diri "seperi ini lho hasil akhirnya" bukan hanya gambar di komputer atau di pikiran saja.
6. tips lain bisa dibaca di postingan peserta Liga Blogger Indonesia 2015 lainnya. hehe.