Header Ads

Ramadhan, Kita Menebar Sampah

Bulan Ramadhan telah berlalu. Lebaran pun sudah berjalan sekian hari. Kini kita telah kembali pada aktivitas pekerjaan kita masing-masing, meskipun masih banyak yang mengadakan halal bihalal. Akan tetapi tak ada salahnya jika kita sedikit kembali berbicara mengenai masa pada Bulan Ramadhan kemarin. Entah sadar atau tidak, Bulan Ramadhan dan lebaran kita turun menyumbang sampah di muka bumi ini dalam jumlah yang tidak sedikit.

ta'jil bungkus plastik
Mendapat ta'jil berbungkus plastik

Apakah Anda termasuk golongan PPT alias para pemburu ta'jil? Anda mencari ta'jil di pasar Ramadhan atau di masjid ke masjid? ketahuan nyari gratisan kayanya hehe. baik di pasar Ramadhan maupun di masjid kita telah menyumbang sampah. kita membeli jajanan entah itu gorengan, kolak, atau camilan lainnya, kita menggunakan pembungkus. ada yang plastik kresek (dan kita sama-sama tahu bahwa pembungkusnya bukan kresek hitam), ada yang menggunakan gelas plastik, kertas minyak, plastik mika, dan lain sebagainya. saya ragu kalau kita membeli ta'jil dengan membawa gelas sendiri dari rumah, kalau ada saya salut.

Di masjid pun demikian, kita juga menyumbang sampah. di kampung saya, ta'jil di hari selain hari kamis, ta'jil berupa minuman teh menggunakan gelas kaca/beling serta nasi bungkus menggunakan kertas minyak, kadang sayurnya dibungkus plastik kecil. jika dalam satu sore total ada 70 bungkus, jumlah tersebut lah sampah yang kita sumbangkan pada bumi.

Ta'jil berbungkus plastik
Ta'jil berbungkus plastik

Sampah dibuang di tempat sampah
Sampah dibuang di tempat sampah

Berbeda lagi dengan hari kamis ketika ada buka bersama yang jumlah jamaah lebih besar. di hari kamis jumlah pembungkusnya pun beda. untuk minum tetap sama, menggunakan gelas kaca/beling. untuk nasi dibungkus dengan kertas minyak, sayur dibungkus plastik, snack pasti ada pembungkusnya dan kebanyakan adalah plastik, dan antara nasi, sayur, dan snack masih dibungkus menjadi satu menggunakan plastik kresek. dengan jumlah ta'jil sebesar 250 bungkus, bisa dibayangkan segitu lah jumlah yang kita buang di sore itu. ini hanya di kampung saya, berapa jumlah masjid di Indonesia? 
Sampah dibuang di kebun
Sampah dibuang di kebun

Sampah dibakar
Sampah dibakar

Lalu kemana larinya sampah-sampah tersebut? dibakar. jika ada pemberi ta'jil yang membuat dengan menggunakan kotak nasi, ada warga yang mengumpulkan lalu dijualnya. tetapi untuk kertas dan plastik, di tempat saya satu-satunya cara adalah membakarnya. ada pula jamaah yang bandel membuang sampah tersebut di kebun milik orang yang letaknya di samping masjid. kebanyakan justru orang-orang dewasa yang melakukannya, sedangkan anak-anak kecil sudah terbiasa membuang sampah di tempatnya. tetapi sampah-sampah yang berserakan di kebun tersebut jugan nantinya akan masuk ke tong sampah dan dibakar pula.

Saya salut kepada Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia dimana ta'jil dan makan besar dilakukan dengan cara kembul bujana. ta'jil berupa camilan diletakkan pada beberapa piring dan satu piring "dikerubut" oleh beberapa jamaah. sedangkan untuk makan besar diletakkan pada nampan dan dikerubut oleh beberapa jamaah. dengan cara seperti ini, selain ada rasa kebersamaan, sampah pun dapat diminimalisasi. memang ada sampah tetapi tidak sebesar jika dibandingkan dengan satu orang satu nasi bungkus.

Itu Ramadhan di tempat saya, bagaimana di tempat Anda? Apakah di tempat Anda ketika Ramadhan juga menebar sampah? semoga Ramadhan mendatang kita bisa lebih baik lagi. :)