Header Ads

Jika Sampah adalah Uang

Berita tentang sampah sedang hangat dibicarakan. Hal ini terkait dengan polemik masalah sampah dan ucapan Pak Ahok. Memang sih, sebagian besar masyarakat menilai Pak Ahok kalau berbicara sering tempramental, jadinya urusan sampah menjadi berkepanjangan. Dan sudah menjadi "takdirnya" bahwa sampah selalu dihindari dan dicampakkan. Jika saja sampah adalah uang, pastinya akan diperebutkan tidak terkecuali Pak Ahok dan tentu saja kita. :)


Sampah dan uang memang memiliki "takdir" dan "kelas" yang berbeda. Jika yang satu dicari hingga lupa segalanya. Sedangkan yang satu lainnya dibuang hingga membusuk dan berbau. Jika sudah demikian, sampah akan dijauhi dan hanya sedikit orang yang mau mendekatinya. Tetapi di tempat yang berbau busuk itu, ada banyak orang mencari nafkah. Merekalah pemulung yang kadang tidak ada pilihan lain.

Ada benarnya jika sampah itu seharusnya dijadikan sahabat bukannya musuh sehingga nantinya sampah tidak lagi menjadi masalah. Semua berawal dari cara pandang kita tentang sampah. Jangan terlalu sinis dengan orang yang selalu berpandangan bahwa apa-apa itu harus dinominalkan dengan uang. Memang di banyak hal akan menjadi sangat buruk, tetapi jika terkait dengan sampah bisa dimanfaatkan. Jika sampah yang ada dipandang sebagai sumber uang, justru baik. Dari sini kita mau memanfaatkan sampah sehingga bisa mendatangkan uang.

Orang keturunan tiongkok seringkali dipandang sebagai orang yang pandai berbisnis dan selalu mengaitkan berbagai hal dengan uang. Sebagai orang keturunan tiongkok, tidak ada salahnya Pak Ahok juga memandang sampah Jakarta sebagai sumber uang. Misal sampah di tempat pembuangan akhir diolah menjadi suatu produk atau menjadi sumber pembangkit listrik. Sehingga sampah Jakarta yang selama ini menjadi polemik justru menjadi jalan rejeki. 

Bagaimana dengan kita? Banyak teori yang sering kita terima. 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle selama ini hanya menjadi teori. Tetapi sejauh mana kita mau melaksanakannya? Dan yang tidak kalah penting, jika memang kita belum bisa me-recycle sampah, kita tidak boros sampah. Jika memang kita harus membuang sampah, jangan sampai di sembarang tempat. Kita mengeluhkan sungai yang kotor, bau, dan penuh sampah tetapi kita sendiri membuang sampah di sungai.

Semua berawal dari kita, memandang sampah sebagai uang. Sayangilah sampah seperti menyayangi uang. Memang bentuk sayangnya berbeda. Tetapi seperti membelanjakan uang, kita juga harus sebagaimana mestinya dalam membuang atau mengolah sampah.  :)