Header Ads

Info dan Tips Wisata: Ciptakan Bahagiamu Sendiri

Info dan Tips Wisata: Ciptakan Bahagiamu Sendiri

Berwisata menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah melakukan perjalanan wisata. Sedangkan wisata sendiri berarti berpergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya. Di sana kita dapat memahami bahwa setelah kita berwisata kita dapat memperoleh sesuatu, salah satunya adalah kesenangan atau kebahagiaan. Tetapi, bisa jadi ketika berwisata kita bukannya memperoleh kebahagiaan tetapi justru celaka. Maka, kita perlu memahami bahwa bahagia itu, dalam hal berwisata, dapat dan harus kita ciptakan sendiri. Bagaimana info dan tipsnya?

Bagaimana mungkin setelah berwisata kita tidak memperoleh kebahagiaan? Mungkin saja, jika ketika kita berwisata justru merugikan orang lain dan/atau tempat wisata yang kita datangi. Misal dan ini yang sering terjadi, kita dalam berwisata membuang sampah sembarangan. Beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan pemberitaan tentang sampah menggunung di beberapa gunung. Sampah-sampah itu dibuang oleh para pendaki yang naik ke gunung. Begitu juga di pantai, banyak sampah yang berserakan di sana. Apalagi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ada tempat wisata yang rusak karena yang berwisata di sana.

Tetapi, ada hal kecil yang banyak dilakukan orang ketika berwisata yaitu membuang sampah lewat jendela mobil. Misal ketika kita berwisata ke Sleman, yang notabene di sana adalah sentra salak pondoh, banyak dari kita memakan buah salak pondoh di dalam mobil lalu kulit dan isi dibuang begitu saja ke jalan lewat jendela mobil. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan, membuang tisu, botol minuman, pembungkus makanan, dan lain sebagainya lewat jendela mobil.

Hal yang demikian sebenarnya kita sudah menciptakan ketidakbahagiaan kita sendiri. Sumpah serapah, cacian, makian, hingga doa yang buruk bisa kembali kepada kita. Bayangkan, ketika kita membuang sampah di jalan lewat jendela mobil dan sampah itu masuk ke lahan pertanian penduduk setempat, ia tidak rela lalu berdoa agar kita susah jodoh dan susah rejeki, justru celakalah kita. Jika memang ia menjadi sangat terugikan karena sampah yang kita buang, ia bisa termasuk orang yang teraniaya. Padahal salah satu doa yang diijabah adalah doa orang yang teraniaya. Itu baru satu, jika yang merasa rugi banyak orang, habislah kita. Na'udzubillah.

Kita harus ingat prinsip yang dijunjung oleh para pecinta alam, (1) tidak meninggalkan selain jejak, (2) tidak mengambil selain gambar, dan (3) tidak membuang selain waktu. Kata-kata yang sederhana, tetapi jika kita benar-benar melakukannya, kebahagiaan itu bukan hanya kembali kepada kita tetapi juga dirasakan oleh orang lain. Yang akhirnya manfaat dari orang lain itu juga kembali kepada kita.

Istilah yang sedang tren, "Bahagia itu sederhana". Dan bahagia dalam berwisata itu juga sederhana. Simpan sampah yang kita miliki hingga kita menemukan tempat sampah. Jangan sesekali membuang sampah lewat jendela mobil. Jangan pula membuang sampah sembarangan di lokasi wisata. Memangnya mobil sampah mau naik ke gunung? kalau iya, buat apa dijadikan jalur pendakian, mending naik mobil. hehe. Jadi, ciptakan bahagiamu sendiri, sebelum kita celaka karena perbuatan kita sendiri. :)

http://www.warungblogger.org/2016/01/gerakan-pkk-tips-dan-info-wisata.html