Header Ads

Perjalanan Selular dan Digital Bersama Telkom

Kapan terakhir kali ke wartel? Haha, zaman kapan tuh? Seingat saya, terakhir kali saya masuk bilik wartel itu tahun 2006. Waktu itu saya belum memiliki ponsel sebagaimana teman-teman saya. Setahu saya, entah benar atau tidak, waktu itu operator yang bisa menyediakan layanan untuk wartel hanya Telkom. 

hp pertama Indonesia makin digital
HP yang warna merah adalah HP pertama saya.

Dan kebetulan pula di hari itu saya membeli handphone Nokia 3210. Itu sebenarnya bukan ponsel pertama di keluarga saya. Tetapi, berhubung ponsel pertama digunakan oleh kakak, maka saya pun membeli hp. Apalagi saat itu saya akan memasuki bangku kuliah, pikir-pikir kalau tidak ada hp, urusan bisa rumit. Memang urusan sms dan telepon menjadi sangat vital. Kala itu belum terfikirkan ponsel yang bisa untuk internetan. Memang ada sih, tapi belum tahu bagaimana manfaat untuk keseharian. Saya masih ingat betul kartu yang saya gunakan adalah Kartu As keluaran Telkomsel.

Beberapa bulan kemudian, ponsel saya itu mati. Yah namanya juga hp seken. Tapi sebenarnya bukan karena sekennya yang membuat mati, mengingat produk-produk di masanya kebanyakan awet, tapi karena perawatan saya yang kurang hati-hati. Akhirnya hp kakak saya "lungsur" dan dianya membeli hp baru yang terlihat lebih menarik. Hp berlayar warna dan poliponik memang lebih menarik daripada hp layar monokrom dan monokrom. Haha betapa jadulnya hidup saya.

Gonta-ganti kartu saya alami selama satu setengah tahun, hingga akhirnya saya kembali ke Kartu As. Alasannya simpel, saya ikut organisasi kampus dan organisasi saya ini sekretariatnya ada di basement. Tidak ada nomor yang bisa menangkap sinyal kecuali kartu keluaran Telkomsel. Ya, dari dulu hingga sekarang, Telkomsel memang juara dalam hal sinyal. Saya yakin di pelosok pun sinyal Telkomsel selalu ada dan mengalahkan kinerja operator lain. Hingga detik ini, Kartu As yang saya aktifkan sejak 2008 lalu ini masih aktif saya gunakan hingga sekarang. Tak ada lagi gonta-ganti kartu.

Dunia semakin hari semakin berubah. Internet merupakan sebuah kebutuhan. Dan lagi-lagi Telkomsel mengawal kebutuhan itu untuk saya. Dengan harga yang semestinya, kartu-kartu keluaran Telkomsel, baik dari Simpati maupun Kartu As keluar masuk dari modem USB saya dengan paketan internetnya. Alasannya sama, di rumah sangat susah mendapatkan sinyal, terlebih untuk internetan, dan hanya keluaran dari Telkomsel yang bisa mengatasinya.

USB Modem Indonesia makin digital
Modem USB

Saat ini untuk internetan via smartphone memang masih menggunakan operator lain. Sebenarnya saya ingin menggunakan smartphone berbasis GSM dengan Telkomsel sebagai operatornya, tapi ini dalam masa mengumpulkan uang untuk membelinya, hehe. Tetapi, saya juga tidak lepas dari layanan telkomsel karena saking seringnya saya numpang internetan di kafe teman saya yang sudah menggunakan layanan indiHome. Meski belum yang berbasis fiber karena belum dijangkau jaringan fiber, tetapi buat saya, sudah jauh dari cukup. Bahkan ketika full pengguna, layanan tidak terlalu terpengaruh. Ngeblog pun semakin nyaman, aman, dan lancar. Lapar, tinggal pesan makanan, hehe.

Ngeblog di kafe sahabat dengan layanan IndiHome
Ngeblog di kafe sahabat dengan layanan IndiHome

Bagi saya yang tinggalnya di sebuah kampung di Yogyakarta pun masih sangat memprioritaskan sinyal dalam memilih operator. Saya membayangkan bagaimana kehidupan di luar sana, di luar jawa terlebih di daerah yang jauh dari kota. Apakah kondisinya lebih baik dari saya? saya belum tahu. Tetapi dengan pengalamannya, saya yakin produk-produk Telkom akan bisa terbang jauh lebih tinggi daripada operator lain.

Dunia digital bukan lagi gaya hidup melainkan sudah menjadi kebutuhan. Sayangnya kita sama-sama tahu belum semua warga negara Indonesia di tanah Indonesia ini bisa merasakan internet. Bahkan ada daerah-daerah tertentu yang untuk mendapatkan sinyal telepon saja harus naik ke atas bukit. Sedangkan di sisi lain, ada yang kurang bersyukur dengan adanya layanan internet yang bagi sebagian orang sudah cepat.

Era 3G sudah lewat, 4G pun sepertinya juga akan numpang lewat. Akan segera tiba era 5G. Entah seperti apa nantinya kecepatan internet 5G ini. Tetapi kita, terlebih para petinggi negeri ini yang diturunkan tangannya ke operator bisa mendengar mereka yang belum merasakan internet sama sekali. Indonesia bukan hanya pulau jawa. Mereka yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga bisa merasakan apa yang kita rasakan. Karena #IndonesiaMakinDigital adalah keniscayaan dan kepada Telkom kami berharap semoga bisa merealisasikannya. :)