Header Ads

Robot dan Kehidupan Manusia


Saya sering tertawa geli ketika ingin menyelesaikan teka-teki captcha. Mungkin banyak dari kita berhubungan dengan teka-teki ini semisal ketika ingin berkomentar di blog teman atau sedang ingin download file atau aktivitas lain di internet. Kita ditantang oleh robot untuk membuktikan bahwa kita bukan robot. Padahal merekalah robot itu. "Pastikan bahwa Anda bukan robot", rasanya ingin menjawab "aku ini beneran manusia, kamu itu yang robot".

Robot dan Kehidupan Manusia
Peran manusia memang sedikit demi sedikit digantikan oleh robot dengan AI-nya atau Artificial Inteligence atau kecerdasan buatan. Dulu ketika masih sering menggunakan ponsel hanya untuk telepon dan SMS, ketika kita kehabisan pulsa, mbak veronica pasti akan bilang "Pulsa Anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini", atau ketika cek pulsa via telepon, mbak veronica juga akan mengucapkan nominal sisa pulsa yang masih ada.

Sekarang, mbak veronica bisa jadi bukan apa-apa dibandingkan perkembangan yang ada. Beberapa waktu yang lalu sedang ramai dibicarakan video mengenai dua google home yang saling berbicara. Google home merupakan "asisten rumah tangga" berupa robot yang dikembangkan oleh google. Di video yang lain, alexa (amazon echo milik amazon) juga bercengkerama layaknya manusia dengan google home. Hal ini membuktikan bahwa robot pun semakin ke sini semakin dibuat menyerupai manusia.


Kita di Indonesia mungkin saat ini sedang resah bahwa tenaga kerja manusia Indonesia akan digantikan oleh tenaga kerja asing terkhusus dari tiongkok. Tetapi secara global, kita kaum manusia akan tergusur pekerjaannya oleh AI-nya robot. Hal ini akan mirip seperti ketika ratusan tahun lalu ketika revolusi industri, mesin-mesin mekanis menggantikan peran manusia.

"Pastikan bahwa Anda bukan robot", ya saya bukan robot. Karena saya bukan robot, saya yang akan mengendalikan robot bukan robot yang mengendalikan saya. Seharusnya begitu.