Header Ads

Alm Zoya dan Fenomena Main Hakim Sendiri

faktor penyebab main hakim sendiri, penyebab tindakan main hakim sendiri, alasan masyarakat sampai melakukan tindakan main hakim sendiri, cara mengatasi main hakim sendiri, solusi main hakim sendiri


Di sosial media sedang hangat bahkan panas mengenai almarhum Zoya, seorang teknisi ampli yang meninggal karena dibakar massa, disangka sebagai pencuri ampli masjid. Sebelum kita berbicara lebih lanjut, sejenak kita mengirimkan doa semoga beliau husnul khatimah, aamiin. Beliau meninggal dalam keadaan muslim, setelah mendirikan shalat, meski harus dalam keadaan yang demikian.

Bagaimana pun perbuatan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Secara teori, jika kita melihat ada orang yang melakukan kejahatan, kita harus lapor kepada pihak yang berwenang, di sana pelaku kejahatan akan dan harus diproses hukum sebagaimana peraturan perundangan. Itu secara teori, tetapi praktik di lapangan tidak sesederhana itu.

Saya teringat dengan kejadian yang belum lama ini terjadi. Di kampung kami sekitar lebaran kemarin dihebohkan dengan aksi pencurian. Kami, warga kampung di semua pedukuhan, dipaksa untuk begadang berhari-hari untuk jaga keamanan lingkungan. Semua senjata entah senjata tajam atau cuma sekedar gebug kayu kami siapkan untuk si maling jika tertangkap. Rasanya memang tangan ini gatal untuk menghajar si maling yang sudah meresahkan keamanan lingkungan kami.

Apakah jika si maling tertangkap akan langsung kami serahkan pada polisi? Saya tidak yakin, pasti minimal bogem mentah tersarang pada muka si maling. Apakah kami tidak percaya pada pihak kepolisian? Tidak, tapi kami merasa harus melampiaskan kemarahan kami kepada si pembuat onar.

Tidak mungkin polisi menjaga satu desa yang berisi 17 pedukuhan dan wilayahnya demikian gelap. Lagi pula keamanan kampung juga kewajiban kami. Tetapi jika memang ada yang meresahkan, tangan dan senjata kami juga akan maju duluan sebelum si pembuat onar kami serahkan kepada pihak polisi.

Almarhum Zoya adalah korban dari pembuat onar yang selalu meresahkan masyarakat. Masyarakat yang main hakim sendiri juga merasa tidak nyaman akan hadirnya pembuat onar sehingga ketika ada orang yang membawa ampli disangka pencuri. Jadi, siapa pihak yang pertama kali harus bertanggung jawab dunia akhirat atas meninggalnya Zoya? Tentu si pembuat onar yang sering mencuri.

Sebuah harapan besar kepada pihak yang berwenang, di sini kepolisian, untuk memberikan rasa nyaman dan aman di masyarakat. Kita harus akui bahwa masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan kompetensi polisi. Banyak kasus yang tidak adil dan tidak pada tempatnya. Banyak kasus berakhir begitu saja jika ada uangnya. Jadi, pantas saja jika masyarakat lebih memilih main hakim sendiri dibanding menyerahkan kepada kepolisian.

Untuk saudara kami di korps kepolisian, semoga Allah menjaga kalian dari perbuatan dzalim, aamiin.