Header Ads

(Berharap) Melihat Organisasi Mahasiswa Bersatu

Bagaimana malam Minggu atau Sabtu malam Anda? Sendirian? Ah bisa diduga, hehe. Seperti biasanya, malam Minggu kemarin (21/10) saya mampir ke Kafe LDR punya teman saya. Niatan awal ingin menikmati kopi ijo Tulungagung, mengingat seringnya saya mampir ke sana tapi jarang saya ngopi. Wifi? Yah kalau memang lagi pengen buka laptop ya saya manfaatkan, hehe.

(Berharap) Melihat Organisasi Mahasiswa Bersatu

Habis maghrib saya ke sana, saya kaget lho kok meja dan kursi sudah tertata tidak seperti biasanya. Telah tersedia sebuah tempat yang dijadikan semacam podium yang terpampang sebuah bendera sebuah organisasi mahasiswa sebut saja PMII ukuran besar yang dijadikan backdrop. Disediakan spanduk bekas yang nantinya peserta duduk lesehan di sana. Ternyata malam itu kafe LDR di-booking untuk acara deklarasi (entah deklarasi apa) organisasi mahasiswa PMII komisariat UII. Seketika saya merasa salah waktu main ke sana. Berhubung sudah berada di sana, meski saya bukan bagian dari internal mereka, saya cuek saja dengan kondisi tersebut, karena niat saya memang mau ngopi.

Kopi ijo Tulungagung

Masa perkualiahan di UII sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Semua organisasi berlomba-lomba merekrut mahasiswa baru untuk bisa bergabung ke organisasi mereka. Sama halnya organisasi ini, mereka bisa merekrut seratusan anggota baru. Jumlah yang luar biasa mengingat waktu saya kuliah dulu, jumlah anggota organisasi tersebut tidak banyak. Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, tapi jika melihat kondisi sekarang, kondisinya luar biasa. Sehingga malam itu, sekitar 200 orang berkumpul di LDR seperti mau aksi demo. Padahal kapasitas kafe hanya sekitar 40 orang.

Saya waktu kuliah dulu tidak bisa ikut menjadi aktivis sebagaimana mereka karena satu dan lain hal. Melihat kondisi organisasi mahasiswa yang ada di kampus khususnya organisasi eksternal mahasiswa, dari dulu sampai sekarang saya masih ingin melihat persatuan antar organisasi mahasiswa. Berhubung saya tidak pernah menjadi bagian dari internal organisasi-organisasi ini, tapi boleh dong berharap.

Di UII, organisasi-organisasi mahasiswa kurang lebih ada PMII, KAMMI, HMI, IMM, GMNI, HTI, (dan mungkin ada organisasi lain yang belum saya sebutkan). Saya masih berharap mereka bersatu tetapi tidak melebur dalam satu nama. Sederhananya, ketika satu organisasi mengadakan acara, anggota-anggota organisasi lain ikut meramaikan. Ketika organisasi lainnya lagi yang mengadakan, bergantian ikut meramaikan. Sehingga kerukunan dan keguyuban bisa terasa meski mengenakan jaket yang berbeda-beda.

Secara personal di antara anggota masing-masing organisasi ketika tidak mengatasnamakan organisasi tidak pernah ada masalah. Bahkan nongkrong bareng antar personal adalah hal yang biasa. Akan tetapi "nongkrong" bareng antar organisasi bukan hal yang mudah. Tetapi mungkin saya saja yang belum melihat persatuan ini karena tidak pernah menjadi internal mereka.

Saya masih berharap satu organisasi ikut membantu eksistensi organisasi lain, meski ideologi masing-masing berbeda. Tetapi karena ideologi yang berbeda-beda ini, justru yang menjadi mereka hidup. Misal PMII yang hidup dari rahim NU tidak bisa memaksa mahasiswa dari latar belakang Muhammadiyah untuk masuk ke sana. Harapan saya, PMII mengarahkan mahasiswa berlatar belakang Muhammadiyah ini masuk ke IMM, begitu pula sebaliknya. Beragaman saja tidak ada paksaan, apalagi sekadar untuk masuk organisasi, hehe.

Persaingan dan gesekan antar organisasi adalah hal yang lumrah. Tetapi mengelola gesekan akan menjadikan mereka kuat. Dan kekuatan itu akan bisa bermanfaat ketika antar organisasi bisa saling bergandengan tangan. Tangan-tangan ketua masing-masing organisasi mungkin sudah bergandengan, bendera-bendera sudah berkibar bersama, tinggal bagaimana mereka melebur menjadi warna-warni Indonesia tanpa harus melebur menjadi satu organisasi.

Salut saya kepada adik-adik yang tergabung dalam organisasi mahasiswa apa pun, semoga perjalanan kalian bermanfaat. :)