PKS Lover VS PKS Hater

logo pks"dunia politik asyik ga asyik", begitu bang iwan fals bilang. ibarat makan bakso, tanpa sambal terasa hambar. dan politik adalah sambal. jika kita makan sambal saja, bukan kenikmatan tapi justru sakit yang dirasakan. berbicara politik indonesia, PKS adalah bahasan yang selalu menarik di setiap saat. meski saya suka sambal, saya bukanlah kader atau simpatisan suatu parpol. saya bukanlah seorang PKS lover bukan pula PKS hater. saya menggunakan istilah PKS lover untuk para kader maupun simpatisan PKS dan PKS hater untuk para anti PKS.

jika anda membuka portal-portal berita (misal detik, okezone, kompas, dll) yang di dalamnya memuat berita PKS baik itu yang baik maupun buruk, hampir dipastikan komentar para PKS hater "drudul" berdatangan. cacian pun kalau mau mendokumentasikan, bisa masuk MURI. teramat sangat banyak sekali cacian yang mengarah kepada partai itu. ada yang mencaci secara halus ada pula yang secara terang-terangan menggunakan kalimat yang tidak semestinya. apakah para PKS lover diam saja? tentu saja tidak. secara spontan, para PKS lover berusaha membela diri dengan komentar yang seadanya dan terbilang klasik. seolah-olah komentar para PKS lover telah ter-SOP. sayangnya, SOP yang ada tidak sekuat serangan dari PKS hater. lalu apakah PKS lover tidak melawan dengan media? tentu saja ada. sayangnya, media tersebut hanya dibaca oleh para PKS lover itu sendiri dan beberapa orang non lover tapi juga bukan hater (misalnya saya).

lalu, yang menjadi pertanyaan, mengapa begitu bencinya para hater terhadap PKS? biasanya para PKS lover akan menjawab dengan jawaban klasik "setiap perbuatan baik pasti ada halangan dan rintangan", "mereka belum mendapat hidayah", atau kalimat yang sejenis. lalu, mengapa halangan itu datang? biasanya para organisator akan menjawab "mungkin karena internal kita belum baik". okelah, jawaban tersebut tidak masalah, hanya saja jangan hanya dan terlalu sibuk mengurusi internal, perhatikan juga eksternal. baca gih posting terdahulu.

saya ingat pada pemilu 2009, ada beberapa teman (yang sebelumnya masing-masing menjadi saksi di pemilu) sedang berbicara mengenai PKS dan salah satu parpol lain (sebut saja parpol X). ia berkata krang lebih kalau PKS yang menang, jangan harap kita bisa main judi, minum miras, nyogok, dll, tapi kalau partai X yang menang, secara di dalamnya kan preman semua jadi besok bisa tetap bebas. nah lho, itu pembicaraan bukan cuma bercanda tapi serius meski dalam suasana santai. sejak awal, brand yang ada di masyarakat terhadap PKS adalah partai bersih bahkan sebersih malaikat. ada yang suka dengan hal tersebut dan ada pula yang benci sebagaimana kasus di atas, mereka lebih suka bebas daripada dalam keadaan bersih. meski belum tentu PKS bersih benar, tapi mereka menolak untuk bersih. ini adalah yang banyak terjadi di kalangan para PKS hater. sehingga, caci maki, "pisuhan", binatang sekebun binatang keluar semua setiap adanya berita tentang PKS. ini lebih sesuai dengan pernyataan pembelaan "mungkin mereka belum mendapat hidayah" itu tadi.

kemudian, ada alasan lain mengapa menjadi hater. ekspektasi masyarakat yang begitu besar kepada PKS tidak disertai dengan "pelayanan" yang memuaskan bagi mereka. dalam analisis service quality dikenal bahwa kepuasan pelanggan adalah rasio antara pelayanan dengan harapan. semakin besar harapan semakin besar pula tantangan dalam memberikan kepuasan. harapan tersebut banyak aspeknya, misal pelayanan masyarakat, penegakan syariat, kebersihan internal, dan lain sebagainya. ketika harapan masyarakat sudah cukup dan terlalu tinggi, kesalahan kecil saja bisa menurunkan tingkat kepuasan. istilah warung soto, "jika anda puas beri tahu teman, jika anda tidak puas beri tahu kami", tapi yang terjadi adalah kekurangan-kekurangan tersebut disebarluaskan ke masyarakat lainnya.

masih banyak hal yang mempengaruhi "peperangan" antara PKS hater vs PKS lover. kapan-kapan kalau lagi mood kita lanjutkan lagi. jika anda merasa tulisannya kurang menggigit dan hanya basa-basi, ya maaf. namanya juga hampir sebulan ga update blog. hehehe.