Post Top Ad

Batik

UMKM

"Cita-citaku ingin jadi profesor, bikin pesawat terbang seperti Pak Habibie". Bagi generasi 90an, lirik lagu yang dipopulerkan oleh Joshua Suherman ini pasti tidak asing lagi. Setelah saya membaca-baca instastory dari beberapa rekan, lagu ini memang memberi semangat tersendiri untuk belajar agar mereka bisa cerdas seperti Pak Habibie.


Mungkin sudah menjadi fitrah manusia adalah melihat ke atas. Kondisi dunia sebelah atas memang lebih menarik perhatian daripada di permukaan atau bawah tanah. Membuat kapal sudah menjadi tradisi bagi sebagian Bangsa Indonesia. Sehingga, bagi sebagian dari kita tidak lagi merasa takjub jika melihat kapal bisa berlayar di lautan. Tetapi, bagaimana bisa menerbangkan pesawat buatan sendiri?

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi 90an dan sebelumnya, Pak Habibie identik dengan pesawat terbang. Dan membuat pesawat terbang hanya bisa dilakukan oleh seorang yang cerdas. Indonesia selalu dipandang sebelah mata terkait dengan teknologi. Banyak hasil industri terkait dengan teknologi adalah produk impor. Siapa yang menyangka bahwa Indonesia bisa membuat sendiri pesawat terbang? Pak Habibie telah menjawabnya.

Pak Habibie adalah ikon orang cerdas Indonesia. Banyak anak di era itu yang mengatakan "aku ingin pintar seperti pak habibie", sebagaimana lagunya Joshua. Orang tua atau guru pun mengatakan, "belajarlah nak, biar pintar seperti pak habibie".

Dulu sebagian besar dari kita mungkin melihat Pak Habibie hanya dari sisi bisa membuat pesawat terbang. Sebutan terkait kebebasan pers, bapak demokrasi, dan lain sebagainya mungkin bagi kita tidak banyak yang mengetahui. Termasuk tentang kisah cinta Pak Habibie dan Bu Ainun, bisa jadi kebanyakan dari kita baru tahu ketika meninggalnya Ibu Ainun sembilan tahun silam.

Setelah dua pesawat sebelumnya, N235 dan N250 yang telah mengudara, kini kita menanti pesawat terbaru beliau R80 di bawah naungan PT Regio Aviasi Industri. Pesawat-pesawat yang berbau nasionalisme dan patriotisme telah beliau bangun untuk negeri ini. Semoga pesawat R80 yang rencananya terbang di 2025 dapat terealisasi dan terbang dengan sukses.

Rasanya komplit jika kita berbicara tentang Pak Habibie. Beliau bukan saja cerdas dan pandai, tetapi cinta tanah air, romantis, visioner, optimis, amanah, dan sifat-sifat baik lainnya. Dan sebagian dari kita baru mengetahuinya setelah beliau kehilangan sosok penting dari hidupnya, Bu Ainun.

Selamat jalan eyang, terbanglah bersama pesawat milik Sang Kuasa. Selamat bertemu dengan Bu Ainun di surga. Terima kasih telah menjadi inspirasi bagi kami. Terima kasih telah menjadi orang tercerdas di negeri ini, izinkan kami mengikutimu. Meski kami tidak bisa secerdas engkau, tapi setidaknya semangat itu masih ada.

Post Top Ad