Header Ads

Ramadhan, Para Artis Ngumpet Dulu Aja Deh!

Ramadhan, sebuah momen yang menjadi surga dunia para entertainer. seolah seperti kegiatan di pasar dimana para pedagang menjajakan segala keperluan semisal sembako, dunia hiburan pun tidak mau kalah mencari keuntungan sebesar-besarnya di bulan suci ini. stasiun televisi pun saling berebut pangsa pasar dengan merilis berbagai acara yang berkaitan dengan bulan ramadhan baik acara kajian, informasi, maupun acara hiburan yang dibumbui dengan nuansa islami.demikian pula para artis di luar acara televisi. mereka berlomba-lomba menampilkan diri di dunia hiburan yang bersifat islami semisal membuat lagu dan mengeluarkan album religi, membuat atau bermain film religi, dan kegiatan-kegiatan yang sejenis.


sebagaimana telah saya singgung di posting sebelumnya, para pembawa lagu religi (atau yang sering kita sebut dengan nasyid) adalah dai yang mengajak para pendengar dam penikmat nasyid kepada kebaikan. tidak ada masalah dengan siapa yang membawakan lagu itu selama niatnya suci untuk Allah. dan tidak masalah bagi para artis maupun public figure lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan religius dan islami ini khususnya di bulan ramadhan mulia ini. hanya saja, akankah para artis ini istiqamah dalam kebaikan? ataukah kegiatan religius ini hanya untuk uang semata? jika memang demikian, lebih baik para public figure termasuk artis selama bulan ramadhan ini ngumpet dulu dan tidak perlu ikut-ikutan dalam kegiatan ini. mengapa?


para public figure jika tetap ingin terjun dalam syiar islam khususnya selama bulan ramadhan, sebaiknya melihat dan meneladani para munsyid yang lebih berpengalaman dalam dunia ini. sebut saja edcoustic, justice voice, snada, dan lain sebagainya. memang nama mereka kalah populer di kalangan masyarakat luas dibanding dengan para artis lainnya yang sering muncul di televisi, tapi mereka telah menunjukkan diri bahwa mereka setia dengan keistiqamahan di dunia yang syari dan islami. apa yang perlu diteladani dari mereka?


mereka shalih bukan hanya di bulan ramadhan. setelah bulan ramadhan meninggalkan kita, mereka tetap shalih. meneladani mereka bukan berarti harus terjun dalam dunia mereka menjadi munsyid. tapi, kehidupan yang dijalani setelah ramadhan tetap seperti kehidupan ketika ramadhan. harus diakui, para public figure khususnya para artis sering dicontoh oleh para penggemarnya. ketika bulan ramadhan mereka berpenampilan islami sehingga para penggemar mengikuti penampilan artis pujaannya. tapi, ketika bulan ramadhan berakhir, mereka kembali bersikap dan berpenampilan vulgar, para penggemar pun akan mengikutinya. aksi yang anti klimaks ini yang berbahaya. ketika masyarakat yang semula tidak tertarik dengan dunia entertainment, dengan melihat "keshalihan" artis di bulan ramadhan menjadi terpikat dengan artis tersebut. ketika ramadhan berakhir dan artis yang menjadi pujaannya manjadi "jahil" kembali, masyarakat juga akan mengikutinya. pada akhirnya, tujuan syiar islam di bulan ramadhan bisa dikatakan gagal karena sikap yang tidak bisa istiqamah. setidaknya, jika para artis memang ingin terjun dalam dunia entertainment yang islami, sikapnya pun juga islami meski ramadhan telah berakhir.


siapapun kita, mari kita senantiasa menjaga keistiqamahan diri dalam menjalankan hal yang telah disyariatkan. mengutip pesan dari AA Gym, "jika tidak bisa memberikan kebaikan kepada orang lain, setidaknya jangan memberikan keburukan bagi orang lain". selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.