Header Ads

Mahalnya "Sense of Humor"

banyak orang yang bisa menjadi humoris tapi sedikit sekali yang memiliki sense of humor. banyak sekali tayangan humor dan komedi di layar kaca tapi banyak pula kasus kekerasan, saling baku hantam, sesama masyarakat yang notabene suka dengan tayangan humor. bahkan tidak sedikit entertainer khususnya komedian yang dalam profesi keseharian mengocok perut penonton tapi terjebak pula dalam kasus kriminal. saat ini jumlah orang yang memiliki sense of humor (jiwa humor) jauh lebih sedikit daripada orang yang humoris setidaknya dari sudut pandang saya.


banyak orang yang menyamakan antara sense of humor atau jiwa humor dengan humoris, dan untuk menjadi orang yang berjiwa humor harus humoris dan membuat orang tertawa. dari sedikit yang saya tahu, ada perbedaan yang mendasar antara sense of humor dengan humoris. sense of humor membuat orang menjadi tersenyum setidaknya tidak cemberut sedangkan orang yang humoris harus membuat orang tertawa. ingat, tersenyum dan tertawa sangatlah berbeda. sense of humor harus ada di mana pun dan kapan pun tapi sikap humoris harus melihat situasi dan kondisi. sense of humor berkaitan dengan sikap empati. misal di dalam suasana duka, kita tidak mungkin bersikap humoris di sana, tapi kita harus menunjukkan sense of humor yaitu dengan menunjukkan empati kita kepada lingkungan.


berkaitan dengan posting terdahulu mengenai budaya dan korupsi, banyak orang yang hanya melihat keindahan dengan mata dan akal semata. padahal, keindahan yang sebenarnya hanya dapat dirasakan oleh hati. ketika keindahan hanya dirasakan oleh akal tanpa melibatkan hati, maka kehancuran yang akan terjadi. korupsi itu indah, bagi orang yang melakukannya karena akan bergelimpangan harta yang teramat besar. tapi, apakah keindahan tersebut sesuai dengan hati nurani? apakah keindahan tersebut juga akan membawa kebaikan bagi orang lain? justru kehancuran yang ada.


misal, masyarakat hanya merasakan keindahan suatu pentas musik karena artis internasional, kord-kordnya yang naik turun, tata panggung yang serba mahal, lighting yang menyorot-nyorot, sound system yang menggelegar, dan segala macam sisi logika. masyarakat tidak lagi merasakan apa keindahan sejati dari pentas musik tersebut. keindahan yang didengung-dengungkan oleh mereka dalam fanatisme bermusik tidak lagi ada. akibatnya, sedikit senggol dengan sesama penikmat musik berakibat benturan fisik. apakah lubuk hati yang paling dalam mengatakan bahwa "menghancurkan sesama adalah keindahan"? inilah hilangnya sense of humor di sesama penikmat musik. bahkan hal tersebut tidak hanya terjadi di pentas musik, pentas humor pun sangat mungkin terjadi karena humor hanya dinikmati oleh akal bukan hati.


sense of humor adalah sikap senang dan menyenangkan baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain. untuk bisa menjadi seorang yang memiliki sense of humor, tidak harus menjadi humoris. bisa jadi senyum yang tulus cukup untuk membuat diri sendiri senang dan orang lain pun senang. semoga kita senantiasa menjadi orang yang memiliki sense of humor meski kita bukanlah seorang yang humoris. akan lebih baik lagi kita tidak hanya humoris tapi juga memiliki sense of humor.