Header Ads

Tak Ada Istilah "Kebetulan"

kemarin, setelah ke pergi ke sewon, ring road selatan yogyakarta, saya niatkan diri ke studio MQ FM jogja di kampus AMIKOM di ring road utara untuk mendaftarkan diri mengikuti wisata sahabat MQ. pas mau pulang, di lantai satu secara kebetulan ketemu teman saya yang sudah beberapa bulan tidak bertemu. dari sekian banyak mahasiswa di sana, bertemu di sana dengannya adalah sebuah kebetulan. tapi, sebenarnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah diatur oleh Allah. tanpa sepengetahuan saya, saya telah diatur untuk berputar-putar terlebih dahulu ke jalan-jalan yang memutar, berhenti atau berjalan di lampu merah, bertemu dengan kru MQ FM sekian menit, dan lain sebagainya, semua telah diatur oleh Allah.


berikut beberapa hal yang pernah saya yang kita merasa adalah kebetulan tapi itu telah menjadi skenario Allah:
1. waktu akhir SMA, di sekolah diadakan malam doa bersama. karena acaranya malam, jadi kegiatannya dari sore sampai pagi. padahal, pagi harinya saya ada try out yang diadakan oleh lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti. saya berfikir, "besok pagi saya mau sarapan di mana?" karena setahu saya di sekitar sekolah masih jarang yang berjualan untuk sarapan terutama hari ahad. dan setahu saya, pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada sarapan di sekolah karena pagi harinya siswa langsung pulang dan tidak ada acara lanjutan. ternyata, pada hari itu sekolah menyediakan sarapan untuk kami. subhanallah, saya tidak perlu susah-susah mencari sarapan dan sehabis dari sekolah bisa langsung berangkat ke lokasi try out.


2. waktu semester satu atau dua, ketika saya akan shalat asar di kampus, ternyata air habis. yang tersisa adalah satu kran yang masih di antri oleh sekitar 10 orang. saya langsung ikut mengantri karena tidak ada kran lain. pas tiba giliran saya, ternyata air kran habis dan orang di depan saya adalah yang terakhir kali berwudzu di kran itu saya tidak kebagian.


3. waktu saya KKN, hari ahad harusnya jam 07.00 saya harus sampai di lokasi KKN. hari itu saya berangkat agak siang, sekitar jam sembilan. ketika saya sampai di simpang empat tajem (boulevard stadion PSS Sleman, jarak dengan lokasi KKN sekitar 4 km), saya bertemu dengan asisten dosen pembimbing lapangan (DPL). yang lebih "memalukan" adalah saya bertemu tepat di tengah perempatan (karena tidak ada lampu merah). saya dari arah barat, beliau dari arah utara. ketahuan deh kalau saya telat.


4. suatu ketika saya pulang dari kampus agak sore, sekitar jam 17 lewat. ternyata motor saya rusak di bagian rantai. ketika ke bengkel terdekat, ternyata sudah tutup. ide yang ada adalah motor saya titipkan ke kos teman saya dan dia saya minta untuk mengantar pulang. ternyata apa yang terjadi? subhanallah, teman sekampung saya lewat dan berhenti karena melihat saya. rencana berubah, motor saya titip ke kos teman saya dan saya pulang bersama teman sekampung saya.


masih banyak hal yang kita anggap sebagai kebetulan. tapi semua itu telah diskenariokan oleh Allah. kita tidak tahu apa yang akan kita perankan nanti, yang harus kita tahu adalah kita husnudzan kepada Allah karena rencana Allah pasti baik untuk kita. semoga kita selalu diberi skenario yang terasa indah oleh Allah. Aamiin. :)