Header Ads

Tahun Baru, Antara Matahari, Bumi, dan Bulan

masjidbagi Anda yang masih mengantuk karena begadang, bagaimana pesta tahun baru semalam, meriah atau biasa saja? adakah yang menghabiskan malam tahun baru di rumah saja, seperti saya? pagi ini, saya mendengar kabar ada mertua dari sepupu yang meninggal dunia karena karena kaget mendengar suara petasan dan kembang api di saat pergantian tahun tadi malam. innalillahi wainnailaihi raji'un. saya sudah membahas tentang tahun baru dan kematian di postingan kemarin. sekarang saya kembali menulis tentang tahun baru tetapi kaitannya dengan matahari, bulan, dan bumi.


tahun baru, baik itu masehi maupun hijriyah, seharusnya menjadi pengingat pada kita bahwa kita ini sangat kecil. Allah, Tuhan semesta alam, menciptakan semesta ini dengan segala keteraturannya. bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi. evolusi bulan atas bumi selama setahun hijriyah, sekitar 355 hari, sedangkan evolusi bumi terhadap matahari selama 365 atau 366 hari. dan masih banyak lagi keteraturan selain rotasi bumi, bulan, dan matahari. bahkan galaksi ini pun berotasi. bumi, bulan, dan matahari hanyalah sebagian kecil ciptaan Allah di antara ciptaan yang lebih besar lagi. karena ciptaan yang kita anggap besar, maka Yang Maha Menciptakan pasti lebih besara lagi.


http://www.youtube.com/watch?v=TYNby6oWAiM

kita beribadah tidak terlepas dari perhitungan matahari, bumi, dan bulan. kita shalat juga bergantung pada perhitungan rotasi bumi terhadap matahari. shalat lima waktu didirikan (bukan dikerjakan lho) ketika posisi bumi terhadap sekian derajat. kita berpuasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari juga tergantung perhitungan posisi bumi terhadap matahari.


sedangkan ketika kita beribadah yang bersifat tahunan, seperti awal puasa ramadhan, penetapan hari raya idul fitri dan idul adha, kiat mengacu pada perhitungan tahun qamariyah atau hijriyah. kita bisa tahu kapan kita mulai dan mengakhiri puasa ramadhan karena berpedoman pada tahun hijriyah.


semua yang ada di dunia ini tidak semata-mata ada tanpa keteraturan tetapi oleh Allah diciptakan teratur agar ibadah kita pun tertatur. semoga tahun baru bukan hanya diperingati setahun sekali tapi minimal sehari lima kali, ketika kita mendirikan shalat.