Header Ads

Sungai + Hujan + Sampah = Banjir

Ingatkah kita, waktu sekolah dulu, setiap guru kita memberi tugas menulis atau mengarang, banyak dari kita menulis tentang bencana alam khususnya banjir. Dalam cerita, biasanya ditulis penyebab banjir adalah sampah yang dibuang di sungai. Dan di akhir cerita, masyarakat membersihkan sungai dan berjanji untuk tidak membuang sampah lagi di sungai. Tapi cerita tinggal cerita, faktanya banjir di mana-mana dan tentu saja penyebabnya sampah.


Musim penghujan telah tiba. Sampah-sampah yang telah dibuang di sungai menumpuk di salah satu titik yang mana tempat itu tidak memungkinkan menghanyutkan sampah. Sungai yang sebelumnya dalam kini telah menjadi dangkal karena sampah-sampah telah menjadi bagian dari sedimentasi. Aliran sungai yang tidak lancar bahkan tersumbat didukung dengan dangkalnya sungai ditambah lagi hujan yang deras, maka siap-siap saja kita untuk menyambut banjir.

Setiap ada banjir atau minimal genangan air di jalan, hampir setiap orang tidak ada yang suka. Mereka mengeluh, mencaci, mengumpat, dan pada akhirnya menyalahkan hujan. Mereka lupa kalau beberapa hari sebelumnya mereka merasa kepanasan dan kekeringan mengharap segera turun hujan. Padahal jika mereka mau merenung sejenak, banjir itu bukan disebabkan oleh hujan, melainkan dari sikap mereka sendiri yang membuang sampah di sungai atau parit atau jalur drainase.

Membuang sampah di sungai tidak ada manfaatnya sekecil apa pun. Meski mereka merasa instan dan mudah dalam membuang serta tidak perlu bersusah-susah berurusan dengan sampah, tetapi di jangka waktu yang lebih panjang, kemudzaratan yang terjadi. Dari yang kasat mata, sungai menjadi kotor dan berbau, ketika hujan menjadi banjir. Akibat untuk pribadi juga besar. Selain ikut merasakan banjir, bisa-bisa dosa juga didapat. Bayangkan, ketika orang lewat di atas jembatan yang sungainya kotor dan bau, orang-orang ini mengumpat. Ketika banjir, orang-orang yang terjebak banjir juga mengumpat. Jika yang terjebak itu adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanan untuk beribadah, berarti telah menghalangi orang beribadah. Apakah ini tergolong perbuatan dosa? Na'udzubillah.

Semoga, jika memang musim penghujan ini ada banjir yang disebabkan oleh sampah, ini adalah yang terakhir kali. Di musim penghujan berikutnya semoga tidak ada lagi kata banjir. Dan semua itu perlu proses, bagaimana kita tidak lagi membuang sampah di sungai. Karena sungai bukanlah tempat sampah. :)