Header Ads

Saya Malu Disebut Senior

[caption id="attachment_2113" align="alignleft" width="150"]ngablogburit AQUA klaten, LBI2015, liga blogger indonesia, edisipertama Di antara mereka saya bukan siapa-siapa[/caption]

Masih terkait postingan sebelumnya terkait keikutsertaan saya di LBI 2016, banyak yang menyebut atau memanggil saya dengan senior. Hal ini karena memang di postingan itu saya menceritakan bahwa sebelumnya saya sudah ikut LBI 2014 maupun LBI 2015. Lalu para peserta yang notabene baru kali ini ikut Liga Blogger Indonesia, menyebut saya dengan senior. Sebenarnya saya malu disebut senior.


Kenapa? Karena saya memang belum layak disebut senior. Memang saya pernah mengikuti LBI sebelumnya, tapi bukan berarti saya bisa dibilang senior. Apalagi ini adalah even yang diikuti oleh para blogger, tentu saya masih jauh dari kata senior. Saya merasa masih banyak blogger lain peserta liga yang lebih layak disebut sebagai senior.


Bagi saya, senior itu bukan sekedar siapa yang lebih dulu masuk ke dalam sistem. Tetapi selain itu, ia harus bisa memberi contoh yang baik. Sebagaimana komentar-komentar yang masuk, entah mereka hanya berbasa basi ataupun serius, mereka menyatakan berharap untuk dibimbing. Di dalam LBI, kesabaran, istiqamah atau kontinyuitas, semangat, dan nilai-nilai yang lain sangat dibutuhkan. Saya masih jauh dari itu.


Terlempar dari lima besar ke peringkat belasan membuktikan bahwa saya belum bisa konsisten. Apalagi setelah LBI 2015 berakhir saya menjadi teramat sangat jarang membuat postingan. Tentu ini menunjukkan konsistensi saya masih dipertanyakan. Nah, justru itulah alasan saya ikut LBI 2016, saya ingin kembali belajar konsisten, melalui rajin menulis meskipun dengan cara dipaksa.


Saya malu disebut senior. Ketika beberapa beserta menyebut dirinya amatir, saya juga demikian. Saya masih harus banyak belajar pada mereka, para blogger, baik yang ikut LBI maupun tidak. Apalagi jika melihat mereka yang sudah menghasilkan pundi-pundi uang melalui blog, mereka telah membuktikan bahwa kesabaran, konsistensi, kerja keras dalam mengelola blog telah teruji. Dan saya hanya bisa berharap semoga suatu saat saya adalah salah satu yang seperti mereka. :)