Header Ads

Blog dan Proses Personal Branding

Blog dan Proses Personal Branding
Menjadi penyusup di acara Perhumas Solo, membahas tentang Branding
 
Berbicara mengenai personal branding, terkhusus di dunia maya dalam hal ini ngeblog, sebenarnya kita kembali bertanya ke diri sendiri, untuk apa kita ngeblog. Hanya saja, istilah personal branding lebih ngetren dan terlihat lebih ilmiah dan mentereng. Bahasa yang sedikit di bawahnya adalah pencitraan. Akan tetapi, sejak istilah pencitraan digunakan di dunia politik, istilah itu terlihat agak "kotor".

Branding, terkait dengan personal di dunia maya terkhusus blog, memang bukan sekedar untuk apa ngeblog dengan jawaban suka atau tidak suka. Tetapi, branding adalah sebuah proses yang memiliki tujuan. Jadi, personal branding dalam ngeblog adalah apa tujuan kita ngeblog, bagaimana mencapai tujuan itu, kepada siapa branding itu ditujukan, dan parameter apa yang digunakan untuk mengukur sukses atau tidaknya branding itu.

Apakah kita ngeblog agar kita disebut blogger? Apakah kita bermain instagram, twitter, facebook, dan lain sebagainya sekedar untuk mendapatkan status selebgram, selebtwit, seleb facebook (apa ya namanya..) saja? Selanjutnya apa? Apakah dengan status itu kita bisa sering diundang dalam meet up? Dengan status-status itu kita terkenal di dunia maya maupun nyata?

Dengan status blogger, selebgram, dan lain-lain itu, siapa yang akan kita tuju? Apakah kita memiliki produk lalu kita menjual produk kita? Atau agar kita dilirik oleh agen atau pemilik iklan? Atau siapa lagi? Parameter disebut sukses apa? Apakah ketika produk kita laku atau kita sering diminta mempublish iklan (baik soft selling maupun hard selling) dari pengiklan?

Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut masing-masing dari kita yang dapat menjawabnya. Dan jawaban yang kita berikan tidak ada yang salah dan tidak ada pula yang berhak menyalahkan. Hal ini terkait dari branding adalah tujuan dan proses dari masing-masing pihak. Karena di dunia maya, termasuk ngeblog, kita adalah perusahaan, dimana diri kita sendiri adalah produknya. Dan penjualannya sukses atau gagal, semua tergantung dari diri kita.

Oke, bagaimana dengan diri saya? Untuk apa saya ngeblog dan bagaimana dengan personal branding yang saya bangun? Saya ngeblog dulunya, sampai sekarang juga, ya hanya karena suka. Tetapi di balik suka itu, saya juga harus memiliki misi atau tujuan. Saya di sini belajar untuk berfikir juga menyebarkan virus positif dan berusaha untuk tidak menghujat. Untuk siapa branding yang saya lakukan. Ya saya tidak terlalu muluk-muluk, kepada sesama blogger saja oke lah. Blogger-blogger yang saya kenal dan mengenal saya ini yang nantinya menjadi jejaring saya. Saya berharap suatu saat tidak lagi hanya memasang iklan orang di blog saya tetapi saya ingin saya yang memasang iklan di blog mereka. Memang parameternya belum terlihat saat ini tetapi saya berharap di beberapa tahun mendatang bisa tercapai. Jadi sederhananya, saya ingin kehidupan saya di dunia nyata dapat didukung dan dibranding oleh dunia maya. Tetapi, proses di dunia maya harus saya bangun dari dahulu, sekarang, dan berlanjut nanti. Apakah saya sudah sukses? Anggap saja belum.

Personal branding adalah proses dan bukan sistem statis. Branding adalah bagaimana proses menjual diri kita, kepada kita menjual diri, bagaimana hasil akhirnya, dan bagaimana parameter kesuksesannya. Karena blog adalah sebuah perusahaan dan kita adalah produknya. 😊