Header Ads

Wisata Halal? Sudahkah Hotel dan Mall di Indonesia Mendukung?

Beberapa waktu lalu kita pernah membahas mengenai wisata halal. Bagaimana negara-negara di dunia berlomba-lomba menyelenggarakan wisata di mana masyarakat muslim yang menjadi pangsa pasar mereka. Bagaimana mereka menyediakan fasilitas pendukung ibadah masyarakat muslim, dimana mereka sendiri bukan negara yang bukan berpenduduk mayoritas muslim. Semisal Hotel Fairmont Makati dan Raffles Makati di Filipina, Hotel Aerostar di Moscow, Kansai International Airport, menyediakan mushalla yang representatif bagi wisatawan muslim. Lalu bagaimana di Indonesia yang mana Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas warga negaranya?

Sekitar seminggu lalu (9/4/2017) saya sempat mengikuti acara Bekraf Developer Day di Hotel Swiss-Bell Inn Saripetojo Purwosari Solo (saya belum sempat mempublikasikan postingan tentang acara tersebut). Satu hal yang menarik (sekaligus miris) adalah bagaimana letak mushala di hotel tersebut. Sebagaimana hotel dan mall kebanyakan di Indonesia, letaknya ada di basement, dekat dengan parkiran. Dengan peserta 1250 orang, kita-kita yang mau shalat di mushala yang disediakan, harus mengantri sebagaimana antri tiket kereta. Akhirnya sebagian dari kami mencari masjid di mushala atau masjid yang dekat dengan lokasi hotel. Dan saya ke mushala Stasiun Purwosari.


Memang ada sih mall yang kini sudah menyediakan fasilitas tempat shalat yang representatif. Semisal The Park Mall Solo Baru, meski memang kecil tapi nyaman. Katanya Ambarukmo Plaza di Jogja malah sudah besar dan bersih. Katanya lho ya, hehe. Saya bukan orang yang suka nge-mall atau pun sering staycation tapi kata mereka yang suka nge-mall, hal yang demikian sudah menjadi hal yang biasa. Silakan Anda buktikan sendiri apakah mall atau hotel di daerah Anda juga demikian?

Kemudian satu hal lain yang juga miris, ketika kita menginap di hotel, mengapa ada hotel (saya tidak tahu seberapa besar) yang tidak menyediakan tempat wudzu di kamar. Kebanyakan hanya menyediakan shower. Memang sih bisa digunakan, tetapi kurang nyaman saja. Apakah iya, kita wudzu-nya di wastafel, malah lebih tidak elegan. Di dalam kamar tidak disediakan tempat wudzu yang representatif, di luar kamar mushala hanya tersedia di basement yang dekat dengan parkiran. Duh....

Siapa sih yang menginap di di sana? Sebenarnya siapa sih yang berbelanja di mall di kota tersebut? Apakah mall disediakan untuk orang-orang luar negeri? Tentu saja tidak. Masyarakat sekitar lah yang akan berbelanja atau setidaknya jalan-jalan di mall. Sedangkan masyarakat sekitar mayoritas adalah masyarakat muslim. Tapi mengapa kita kalah dengan fasilitas di luar negeri yang justru berani membuat fasilitas untuk pasar muslim?

Halal di Indonesia seharusnya bukan sekedar "seremonial" dan "formalitas" karena memang kita hidup di masyarakat yang mayoritas muslim. Harapannya kita bisa saling melayani sesama muslim agar keimanannya semakin dan semakin bertambah. Bukan justru dengan semakin banyak hotel dan mall malah menurunkan keimanan.

Sudah lama rasanya saya tidak membuat postingan nyinyir. Tetapi di balik nyinyir ini ada sebuah harapan, jika nanti saya atau Anda memiliki kesempatan untuk bisa mendirikan hotel atau mall, semoga bisa memberikan fasilitas tempat shalat yang representatif. Bukan saja nikmat di dunia tetapi efeknya bisa ke nikmat akhirat yang kekal. :)