Header Ads

Business Angel Investor, Alternatif Permodalan Start Up.

cara mendapatkan angel investor, angel investor adalah, contoh angel investor di indonesia, pengertian angel investor, angel investor angin, cara mendapatkan investor startup

Berbicara mengenai pemodalan usaha merupakan masalah krusial. Pemanfaatan pinjaman atau hutang pada perbankan sering dirasa sulit dengan berbagai persyaratannya. Model pemodalan alternatif pun banyak bermunculan. Di samping crowdfounding maupun capital venture, kini muncul investasi Business angel. Sebagaimana namanya, "angel" tampil sebagai malaikat dalam hal pemodalan usaha.

Alina Dibrova dari University of Latvia menulis dalam papernya yang berjudul Business angel investments: risks and opportunities, mengemukakan apa itu Business angel dan bagaimana peluang beserta resiko dari Busniness angel itu sendiri. Tulisan tersebut menggunakan analisa literatur dan nantinya dituangkan dalam analisis SWOT. Tetapi, untuk pembahasan analisis paper tersebut, semoga saya bisa membuat postingan di lain waktu. 😂

Business angel investor merupakan seseorang yang mau berinvestasi secara pribadi kepada suatu usaha. Usaha yang biasanya didanai oleh Business angel adalah usaha yang masih bersifat start up atau sedang tahap awal berdiri. Business angel merupakan seseorang yang sejatinya sudah "mapan" secara individu sehingga ia mau berinvestasi dan membiayai usaha. Usaha yang dibiayainya sangat bisa jadi bukan usaha dari keluarga atau relasi secara pribadi. Sehingga yang ia lakukan benar-benar tindakan profesional sebagai investor tetapi atas nama pribadi bukan perusahaan miliknya.

European Trade Association for Business Angels (EBAN) memberikan karakteristik dari Business angel adalah sebagai berikut:
  • investor individual,
  • berinvestasi dengan uang sendiri,
  • merupakan keuangan yang independen, sehingga ketika terjadi kehilangan investasi tidak mempengaruhi secara signifikan pada situasi ekonomi aset-asetnya,
  • investasi pada pada usaha start up tanpa hubungan keluarga,
  • membuat keputusan investasi sendiri,
  • berinvestasi untuk jangka waktu menengah maupun panjang,
  • Siap memberikan dukungan strategis kepada entrepreneur, terkait dengan investasinya,
  • patuh pada kode etik serta aturan juga kepatuhan pada anti pencucian uang.
Dalam hal "pengalamannya", Business angel dapat dikategorikan dalam enam kelompok:
  • Virgin: dimana ia belum pernah berinvestasi sebelumnya,
  • Latent: dimana ia belum berinvestasi dalam kurun tiga tahun,
  • Wealth maximizing: bisnisman berpengalaman yang berinvestasi untuk memperoleh keuntungan,
  • Entrepreneur: mendukung bisnis sebagai alternatif investasi pasar saham dan memang cinta pada kewirausahaan,
  • Income seeking: ia berinvestasi untuk mencari income atau keuntungan,
  • Corporate: perusahaan yang secara rutin berinvestasi.
Bagaimana dengan Indonesia? Kabar-kabarnya, di Indonesia sudah mulai banyak bermunculan para angel. Ada sebuah network bernama Angin (Angel Investment Network Indonesia) yang isinya adalah orang-orang yang secara ekonomi memang sudah mapan. Apakah kita mau memanfaatkan sistem ini? Bisa dicoba. 😊