Header Ads

UKM di bidang ICT dan Pembiayaan Bank

Berbicara mengenai UKM atau dalam Bahasa Inggris disebut Small and Medium Enterprise (SME) memang tidak ada habisnya. Memang sih, kehidupan UKM di Indonesia dan di luar negeri ada perbedaan. Tetapi di Indonesia maupun di luar negeri, UKM tidak lepas dari masalah. Sebagaimana di Indonesia dan negara berkembang di dunia, UKM berperan pada penciptaan lapangan kerja sekaligus sebagai pilar ekonomi di masa mendatang. Hal ini yang menjadi alasan bagi Dr. Ramzi Benkraiem dan Dr. Anthony Miloudi yang keduanya sama-sama dari Perancis untuk meneliti mengenai akses SME di bidang ICT pada pembiayaan bank.

UKM di bidang ICT dan Pembiayaan Bank

Dalam tulisan ilmiah berjudul ICT Small Businesses' Access To Bank Financing, mereka meneliti 539 perusahaan kecil dalam empat tahun. Dari perusahaan-perusahaan ini, dibagi menjadi dua yaitu UKM yang bergerak pada produksi dan UKM yang bergerak pada produk jasa. Tujuannya adalah mengetahui bagaimana kesulitan pembiayaan dan hutang bank oleh UKM/SME di bidang ICT disamping masalah-masalah lainnya.

Dengan beberapa analisis statistik sebagaimana statistik deskriptif, matrix korelasi Pearson, analisis statistik multivariat, dan model regresi, diketahui bahwa memang UKM di bidang ICT mengalami masalah didalam akses hutang dan pembiayaan oleh bank. Terjadi hubungan negatif antara profitabilitas dengan hutang bank, baik industri produksi maupun produksi jasa.

Salah satunya adalah informasi asimetris mengenai persepsi dan informasi mengenai apa yang dimiliki dan mungkin akan diperoleh oleh pemilik UKM berbeda dengan persepsi dan informasi yang dimiliki oleh pihak bank. Karena sulitnya akses pembiayaan dan hutang bank inilah, pemilik UKM memilih untuk membiayai usahanya dari kantong pribadi. Pihak bank menolak untuk membiayai proyek-proyek yang beresiko sehingga manajer atau pihak pemilik UKM wajib mencari sumber pembiayaan dari internal mereka sendiri.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan nantinya ada tindak lanjut baik dari penelitian berikutnya, pihak profesional keuangan, bank, dan otoritas pemerintah. Tentu saja karena ini objeknya ada di Perancis, maka bank dan pemerintah Perancis yang akan berbicara banyak nantinya.

Kemudian, satu pertanyaan, bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Apakah UKM baik itu yang bergerak di bidang ICT maupun bukan juga memiliki kesulitan dengan pembiayaan dan hutang bank? Mohon dibantu menjawab ya...


Referensi:
Benkraiem, Ramzi. 2012. ICT Small Businesses' Access To Bank Financing. The Journal of Applied Business Research, Vol. 28, No 1, Januari/Februari 2012. 26-35.