Header Ads

Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!

Wakaf, selama ini hampir selalu diidentikkan dengan benda-benda tidak bergerak misal tanah. Wakaf selama ini dikenal sebatas pemberian tanah untuk pembangunan masjid, makam, dan sejenisnya. Pernahkah kita terpikir untuk berwakaf dalam bentuk benda bergerak, semisal uang, dan diberikan untuk bidang lain, semisal unit bisnis? Wakaf untuk rumah sakit, hotel, sekolah misalnya. Sudah ada lho.

Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!


Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!


Dalam road show Gelombang wakaf, dijelaskan panjang lebar mengenai hal tersebut. Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat tersebut tema "Wakaf tanpa batas, ke surga bersama keluarga". Yang oleh Ustad Faudzil Adhim, sebagai salah satu pembicara, dikoreksi bahwa wakaf bukan hanya membawa ke surga sekeluarga melainkan juga hingga anak cucu.

Selain Ustad Faudzil Adzim, acara tersebut diisi oleh Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, dan dr Widodo Wirawan, Direktur Rumah Sakit UII, dengan moderator Muhamad Sobirin, Direktur Pendidikan Rumah Zakat. Walikota Yogya, Bpk Haryadi Suyuti yang awalnya akan menjadi keynote speaker tidak bisa hadir karena ada agenda lain. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Tjokro Style Yogyakarta pada Sabtu 2 November 2019. Acara di Yogyakarta ini adalah salah satu agenda roadshow Gelombang Wakaf, dimana akan dilanjutkan di kota-kota lain.

SD Juara Yogyakarta, sekolah yang benar-benar Juara


Acara dibuka dengan penampilan memukau adik-adik dari SD Juara memainkan angklung. Tiga lagu yang mereka bawakan pagi itu, yaitu Tanah Airku, Doa Khatam Quran, dan Deen Assalam. Begitu terasa kesyahduan ruangan tersebut ketika adik-adik ini membawakan lagu-lagu tersebut, terlebih di lagu Doa Khatam Quran.



Sebagaimana nama sekolahnya, SD Juara, anak-anak ini memang disiapkan untuk berprestasi dan menjadi juara. Namun, siapa yang menyangka kalau anak-anak ini adalah anak-anak dhuafa. Sekilas saya menyangka kalau anak-anak ini berasal dari sekolah elit dengan diantar oleh mobil dan sopir pribadi milik orang tuanya. Ternyata saya salah besar, faktanya sebaliknya. 

Dan faktanya pula, anak-anak ini bersekolah di sekolah yang belum memiliki gedung sendiri. SD Juara saat ini berada di Komplek Masjid Al Hidayah, Jl Gayam No 9, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta. Gedung yang selama ini digunakan adalah berstatus sewa, sehingga setiap tahun harus memikirkan bagaimana membayar sewanya. Empat kelas kegiatan belajar dilakukan di dalam kelas, satu kelas tanpa meja, dan satu kelas lagi di serambi masjid. Sehingga ketika adzan dzuhur berkumandang, mereka harus secepat kilat membereskan tempat mereka belajar. Meskipun demikian, Kang Sob, panggilan Muhamad Sobirin direktur pendidikan Rumah Zakat, berpesan kepada para guru bahwa tugas mereka adalah mengajar sebaik mungkin tanpa perlu memikirkan bagaimana nanti biaya gedungnya tercukupi. Akan sangat menyedihkan jika anak-anak ini sampai putus sekolah. Meski belum memiliki gedung sendiri, tetapi telah memperoleh Akreditasi A. Sudah enam angkatan lulus dari sekolah ini.

SD Juara, sebagai salah satu wujud sekolah juara, harus meng-upgrade anak-anak dari dhuafa menjadi "orang". JUARA adalah akronim dari Jujur, Ulet, Amanah, Religius, dan Aktif. Nilai yang dikembangkan di sekolah juara adalah 3A, Akademik, Al Quran, dan Akhlak. Filosofi yang dibangung di sekolah juara adalah Cerdas, Mandiri, dan Kompetitif. 

Mengapa berwakaf?


Ustad Faudzil Adhim dalam paparannya tentang membina kelurga dermawan, menyampaikan bahwa menunggu yang tidak membosankan adalah menunggu mati. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan kematian. Tiga hal yang hampir dari kita sudah hafal bahwa yang akan membantu kita ketika mati ada tiga, anak shalih yang mendoakan, ilmu yang bermanfaat, dan shadaqah jariah. Wakaf secara bahasa berarti berhenti. Menghentikan peruntukannya, yang selama ini hanya untuk mengejar dunia, dan diubah hanya untuk Allah. Salah satu bentuknya sebagaimana sumur Khalifah Usman bin Affan, diwakafkan dari dulu banget hingga sekarang, kebermanfaatan dan InsyaAllah ridha Allah akan dan terus mengalir.

Wakaf tidak harus untuk membangun masjid


Betapa luasnya cakupan amal jariah. Satu keistimewaan wakaf adalah pahalanya mengalir berkesinambungan. Selama harta yang kita wakafkan itu masih dimanfaatkan, insyaAllah pahalanya pun masih mengalir. Oleh karena itu, penting memilih kepada siapa kita harta itu kita serahkan. Jika salah dalam memilih, bisa jadi kita hanya memperoleh pahala ketika kita menyerahkan saja, setelah itu harta tersebut tersimpan dalam rekening dan pahala pun hanya terputus di sana. Di Jogja sudah banyak masjid yang terbangun megah, sudah seharusnya wakaf dialokasikan dalam bentuk lain. Atau jika pun membangun masjid, bisa di daerah yang benar-benar masjidnya belum layak.

Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!


Nur Efendi sebagai CEO Rumah Zakat menyampaikan bagaimana prestasi dan capaian Rumah Zakat selama ini. Ada empat stage/tahapan dalam pengelolaan dana wakaf di Rumah Zakat yang sudah dan akan dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Stage 1: Charity, memanfaatkan infak dan wakaf untuk membangun infrastruktur. Contohnya membangun jembatan untuk daerah terpencil dan membangun sumur untuk daerah kekeringan.
Stage 2: Productive Asset, yaitu mengkolaborasikan infak, wakaf, dan invenstor untuk membangun aset produktif, semisal rumah sakit dan klinik, pertanian, sekolah dan islamic center.
Stage 3: Real Business Sector, yaitu mengkombinasikan wakaf institusi perbankan untuk membangun sebuah bisnis. Tujuannya benar-benar membangun bisnis yang menguntungkan. Stage ini sudah mulai dilakukan dengan membangun Edelweis Hospital di tahun 2018 yang merupakan projek kolaborasi antara Rumah Zakat dengan Bank Syariah .
Stage 4: Vital Financial Instrument, yaitu mengkombinasikan antara wakaf dengan pasar modal. Tujuannya lebih tinggi lagi daripada stage sebelumnya, sudah pada tataran membangun infrastruktur bangsa, semisal jalan tol, bangunan perkantoran, perumahan, dan lain-lain.

Bagaimana nanti penyaluran keuntungannya? Akan kembali ke desa. Di desa kemiskinan banyak terjadi. Tetapi di desa orang-orang nantinya akan kembali. Sekarang sudah nampak bahwa masyarakat berlomba-lomba pulang ke desa, membangun rumah di desa, karena memang di desa ditemukan ketenangan dan dekat dengan sumber pangan. Dan karenanya, Rumah Zakat sudah berhasil membangun 1606 Desa Berdaya dan 46% dari masyarakatnya sudah keluar dari kemiskinan. Salah satunya adalah produk batik ecoprint.

Road Show Gelombang Wakaf, batik ecoprint pendampingan rumah zakat


Rumah sakit UII, bukti nyata pemanfaatan wakaf


Rumah sakit UII adalah salah satu bentuk nyata implementasi wakaf yang dikelola secara profesional. Diresmikan pada 24 September 2019 lalu di Srandakan Bantul, saat ini UII (Universitas Islam Indonesia) sudah memiliki tiga rumah sakit, RS JIH Yogya, RS UII, dan RS JIH Solo. InsyaAllah akan menambah empat rumah sakit lagi. Kepemilikan dalam bentuk wakaf di RS UII adalah 75%. dr Widodo Wirawan, direktur RS UII yang sudah berpengalaman 10 tahun sebagai direktur RSIY PDHI (rumah sakit yang dibangun atas dana wakaf juga) harus mengelola rumah sakit ini secara profesional.



Rumah sakit yang baru saja diresmikan ini meski dibangun atas dana wakaf dan diperuntukkan kepada masyarakat segala kalangan, terlebih kepada masyarakat ekonomi lemah, tetapi desain bangunan dan pelayanannya layaknya rumah sakit premium. Tampilan rumah sakit yang berkelas menunjukkan bahwa dana wakaf bisa dikelola secara profesional.

Acara road show ini selain memberikan penjelasan tentang wakaf dan pengumpulan wakaf untuk SD Juara, juga ditandatangani nota kesepahaman kerja sama antara Rumah Zakat dan Rumah sakit UII. 

Gelombang Wakaf adalah forum edukasi dan kolaborasi mewujudkan cita-cita. Apakah kita mau ikut dalam mewujudkan cita-cita anak-anak yang ada di SD Juara Yogya? Oleh karena itu, salah satu tujuan road show ini adalah mewujudkan dana pembebaskan lahan melalui wakaf. Kalau ingin berwakaf untuk program lain, bisa cek laman Rumah Zakat.

Berwakaf membebaskan lahan SD Juara


Rumah zakat sudah menemukan titik lokasi yang nantinya akan didirikan gedung SD Juara Yogyakarta. Hanya saja, perlu uang untuk membebaskannya sebesar 2.200.000.000. rupiah

Dalam road show ini, peserta mengisi form komitmen wakaf. Luar biasa, dari sedikit yang disebutkan oleh Kang Sob, ada yang berwakaf 10 juta rupiah, satu juta rupiah per bulan selama satu tahun atau dengan kata lain 12 juta rupiah, ada pula yang sanggup untuk berwakaf 50 juta rupiah, dan sebagainya.

Ada dua cara jika kita ingin berwakaf untuk SD Juara Yogya.

1. Berwakaf langsung melalui Rumah Zakat.

Metode donasi wakaf bisa dilakukan melalui rekening dan konfirmasi di nomor sebagaimana pada gambar.

Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!


2. Melalui jadiberkah.id

jadiberkah.id merupakan platform yang dikembangkan oleh Bank Syariah Mandiri. jadiberkah.id menjawab kegalauan sebagian kalangan bahwa kebanyakan fintech yang ada dimiliki oleh investor asing. Prinsip yang dikembangkan oleh jadiberkah.id adalah #BerTeMan, berkah, tepat, dan manfaat. Jadiberkah.id sudah dua kali bekerja sama dengan Rumah Zakat. Penggunaan jadiberkah.id bisa melalui laman jadiberkah.id

Road Show Gelombang Wakaf, Ayo Bantu SD Juara Punya Gedung Sendiri!
Klik gambar untuk pintasan ke jadiberkah.id

Mencari nadzir atau siapa yang berhak mengelola dana wakaf itu penting. Karena itu akan berpengaruh kepada apakah pahala wakaf kita berkelanjutan atau tidak. Dan dana wakaf kini sudah saatnya bervariasi, bukan hanya berupa benda tidak bergerak semisal tanah untuk wajib. Tidak salah memang, tetapi akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada sektor lain yang juga membutuhkan. Jadi, kapan kita berwakaf? Sekarang juga, mari bantu SD Juara memiliki gedung sendiri.